oleh

Pemprov Siapkan 1,5 T, Fungsikan Terminal Agrobisnis

Harianpilar.com, Bandarlampung – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung masih menggodok anggaran Rp1,5 triliun untuk kerjasama dengan Pemerintah DKI Jakarta, guna menghidupkan kembali terminal agrobisnis yang berada di Kecamatan Gayam, Lampung Selatan (Lamsel) yang selama ini tidak berfungsi.

Kepala Biro Perekonomian provinsi Lampung Fahrizal menjelaskan, saat ini terminal agrobisnis telah di bawah naungan Kementerian Perdagangan.

“Karena Kementeri Pertanian tidak mampu untuk mengelola, dan kemudian dialihkan ke Menterian Perdagangan. Saat ini nama terminal agrobisnis telah berganti menjadi UPTD Pusat Distribusi Komoditi,” jelasnya, saat ditemui di kantor gubernur Lampung, Rabu (20/1/2016).

Dikatakannya, pengalihan itu juga sudah dibuat Peraturan Gubernur (Pergub). UPTD Pusat Distribusi Komoditi nantikan akan digunakan sebagai pusat perbelanjaan tanpa sampah dan semua komoditi yang dikirim telah bersih.

Terkait anggaran dengan jumlah Rp 1,5 triliun tersebut, jelasanya, untuk pengembangan investasi tiga komoditi unggulan dari Provinsi Lampung yakni: Beras, Sapi dan Ayam Potong.

“Ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman yang telah ditandatangani antara gubernur Lampung dengan gubernur DKI Jakarta Desember tahun lalu. Nantinya kita akan membentuk tim teknik antar daerah Lampung dan Jakarta, dari hasil diskusi Lampung akan menyiapakan lahan 500Ha atau lebih dan Jakarta yang akan menyiapkan dana pembangunannya,” jelasnya.

Gubernur meminta agar pengajuan anggaran tidak terlalu besar agar Jakarta mau bekerjasama, awalnya Pemprov akan mengajukan anggaran Rp 1,5 triliun. Anggaran tersebut dianggap gubernur terlalu besar dan akan diperkecil, untuk anggaran yang akan diajukan masih belum bisa ditentukan karena masih dikaji oleh tim.

Diharapkan tahun 2016 pusat pasar komoditi itu bisa berjalan sehingga bisa menumbuhkan roda perekonomian, dengan adanya kerja sama ini Pemprov bisa mendapatkan PAD setiap tahun dari hasil kerjasama tersebut.

“Dalam waktu dekat ini kita akan kembali mengajukan proposal terkait MOU lalu, dalam proposal tersebut akan kita sampaikan juga berapa anggaran yang akan kita ajukan nantinya,” terangnya. (Fitri/JJ)