Harianpilar.com, Bandarlampung – Pelantikan bupati dan wakil bupati Pesisir Barat (Pesibar) terpilih, akan bersamaan dengan enam kabupaten/kota lainnya. Sampai saat ini kapan tanggal pelantikan masih belum dipastikan karena masih menunggu keputusan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri).
Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) Pemkab Pesisir Barat, Agus Triyadi mengatakan, setelah penetapan Agus Istiqlal-Erlina sebagai bupati dan wakil bupati terpilih Pesisir Barat Selasa (19/1/2016) malam oleh KPU Pesisir Barat, rencananya besok baru akan di paripurnakan di DPRD Kabupaten Pesisir Barat.
“Besok (21/1/2016) DPRD akan melakukan paripurna usulan Kada terpilih, nantinya akan disampaikan ke KPU,” jelasnya setelah menghadiri rapat persiapan pelantikan Kepala daerah (Kada) di Provinsi Lampung di ruang rapat asisten, Rabu (20/1/2016).
Saat ini Pemkab Pesisir masih menunggu Surat Keputusan dari Mahkamah Konstitusi (MK).
“Saat ini belum kita terima salinan putusan, masih kita tunggu dari MK,” katanya.
Setelah semua syarat-syarat dan dokumen administrasinya lengkap pihaknya berkoordinasi dengan pemerintah provinsi (pemprov) Lampung.
“Kami akan melengkapi berkas untuk disampaikan ke Biro Otda, mudah-mudahan dokumen lengkap dengan cepat,” terangnya.
Setelah semua lengkap, kedepan pihaknya akan berkoordinasi dengan DPRD Kabupaten Pesisir Barat untuk mempercepat proses pelantikan. Setelah itu langsung dikordinasikan ke dewan, yang disampaikan ke Biro Otada.
Sementara Asisten IV Setda Pemprov Lampung, Hamartoni Ahadis, mengatakan pelantikan Kada akan dilaksanakan di Gedung DPRD provinsi Lampung.”Apakah nanti didalam gedung, atau diluar gedung, tapi bisa jadi pelaksanaannya,” jelasnya.
Pelantikan Kada menurut Kemendagri akan dilaksanakan di Bulan Februari, namun kepastian tanggalnya masih belum diketahui.
“Di pertengahan bulan Februari namun tanggalnya belum tahu, makanya nanti menunggu dari Biro Otda kembali dari Jakarta hari ini,” jelasnya.
Untuk anggarannya, mantan Kasat Pol PP provinsi ini mengungkapkan untuk pelantikan dianggarakan dana Rp 500 juta.”Nanti kita mengundang provinsi kabupaten/kota, dan termasuk keluarga bupati/walikota serta partai pendukung,” jelasnya. (Fitri/JJ)









