Harianpilar.com, Bandarlampung – DPRD Lampung menilai kinerja Dinas Bina Marga (DBM) Provinsi Lampung di tahun 2015 masih jauh dari kata maksimal. Terlebih, hingga kini masih banyak kondisi jalan yang rusak.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Lampung Kadek Swastika menjelaskan, khususnya Komisi IV masih banyaknya keluhan masyarakat akibat masih banyaknya ruas jalan provinsi yang rusak.
“Kita memang memiliki pengawasan Pak Budhi, pengawasan yang kita punya hanya politik, untuk itulah kita akan menjadwalkan turun ke lapangan. Saya minta kalau kita turun Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan rekanan ikut turun juga. Jangan perencanaan yang sudah dibuat sehingga pengerjaan tidak sesuai,” kata Kadek, dalam hearing (rapat dengar pendapat) bersama Dinas Bina Marga (DBM) Provinsi Lampung di ruang rapat Komisi IV, Senin (18/1/2016).
Hal senada juga disampaikan anggota Komisi IV Erawan yang meminta agar memaksimalkan pengawasan.
“Ya mau tidak banyak rusak jalan ini yang harus disalahkan pihak pengawas, kenapa karena tidak serius untuk dibenahi. Untuk itu juga, pihak DBM harus tegas kepada rekanan agar meminta pembangunan jalan dan jembatan tahun ini plang perusahan harus menempel pada saat pelaksanaan,” tegasnya.
Yose Rizal dari partai Hanura juga mengatakan, hal ini juga guna membantu memaksimalkan saran kepada DBM.
“Kita tidak bisa tutup mata keluhan ini, yang sudah masyarakat keluhkan, tapi yang parahnya ada juga perkerjaan yang sudah satu minggu pengerjaan juga rusak lagi, perlu diingat ini juga sudah masuk penyelidikan,” katanya.
Ditambahkan M.Thayib Husin yang mengaku RPJMD 85 persen jalan mantab pesimis terlaksana. Jika dilihat sesama ini tidak ada perbaikan jalan yang mulus, contoh seperti Ir-Sutami-Sribawono yang sudah diperbaiki tetapi tidak mulus.
“Perlu diingat saya merupahkan orang yang mendukung Gubenur Lampung M.Ridho Ficardo memperbaiki infrastruktur. Namun jika dilihat fakta ini belum semuanya mantab terobosan dari DBM ini yang mengharapkan perlu adanya pelebaran jalan,” terangnya.
Menanggapi pandangan dewan, Kepala DBM Budhi Dharmawan mengatakan, pihaknya sangat serius menerima saran dan masukan selaku mitra kerja.
“Masukan ini bukan formalitas, sebab buktinya semua bidang semua ajak ikut rapat,” katanya.
Mantan Plt Kadis PU Pringsewu ini juga membantah bahwa perkerjaan selama ini tidak maksimal. Karena DBM memiliki data dan real ruas jalan mantab melebihi target dari 60-65, yakni 67 persen.
“Kami sangat serius melakukan perkerjaan ini walaupun kondisi keuangan berkurang, contoh jika pembangunan jalan yang direncanakan mencapai umur 10 tahun perlu diingat ini harus dilakukan survey terdahulu, ya itu nanti dilapis 5cm dan lain-lain. Tapi gini kadangkan muatan lebih dari drainase. Yaitu kondisi alam yang pembangunan tidak mencapai target,” tandasnya. (Fitri/JJ)









