Harianpilar.com, Tanggamus – Masyarakat harus berwaspada dengan tamu tak diundang, yang beralasan menawarkan jasa atau produk, pasalnya siapa tahu tamu tersebut seorang pelaku gendam atau hipnotis, seperti yang terjadi di Kabupaten Tanggamus.
Rabu (13/1/2016) pukul 07.00 Wib, seorang nenek bernama Emi (60) warga Rukun Tetangga (RT) 02 Pekon Talang Rejo, Kecamatan Kotaagung Timur (Kotim), Tanggamus tanpa sadar memberikan 67 gram perhiasan emas yang dipakainya kepada dua orang yang diduga pelaku gendam, yang awalnya mengaku sebagai petugas lembaga kesehatan, dan menawarkan jasa cek penyakit.
“Mereka datang sekitar pukul 07.00 Wib berkendara motor Jupiter MX, warna biru, berboncengan, dan keduanya mengucapkan salam kulonuwun, dan logatnya kental Jawa, saat itu Saya sedang nyuci beras, sedangkan suami sudah berangkat ke kebun, melihat keramahan keduanya Saya parsilahkan masuk, saat itu di rumah hanya Saya bersama anak perempuan dan seorang cucu,” katanya.
Berdasarkan keterangan korban, selanjutnya kedua tamu tak diundang ini, langsung bertutur sapa ramah dengan menawarkan cek kesehatan, nah saat pengecekan kesehatan inilah prosesi gendam terjadi pada korban.
Kedua pelaku yang bercirikan satu orang berperawakan gemuk dan terlihat perlente seperti bos, dan satu orang lagi sedikit kurus tersebut mengecek kesehatan dengan alat berbentuk hand phone (Hp), pengecekan dengan cara menempelkan alat di kulit korban sekitar tangan dan leher. Keduanya layaknya pakar kesehatan saat itu menyatakan korban sakit asam urat dan darah tinggi.
“Saat alat itu ditempelkan dan di penyet penyetkan ke kulit tangan saya dan leher, terasa sakit, kemudian salah seorang dari mereka mengatakan sakit tersebut karena ada logam yang menempel, seraya melepaskan gelang emas saya, begitu juga saat di daerah leher, kembali mereka melepaskan kalung rantai saya, berikut cincin dan anting, total 67 gram, anehnya saat itu Saya tahu, tapi nurut saja. Untungnya mereka tidak minta kunci motor, mungkin Saya kasihkan juga saat itu,” ujarnya.
Emi menambahkan, setelah itu kedua pelaku ini menyuruh dirinya (Emi- red) agar berolahraga jalan sehat di jalan Pekon depan rumahnya, beberapa putaran. Ternyata saat korban sedang terhipnotis berolahraga jalan sehat itulah kedua pelaku melarikan diri.
“Saat itu Saya belum sadar, melihat mereka pergi ya biasa saja, nah pas suami Saya pulang, sekitar pukul 08.00 Wib, menanyakan mana perhiasan, dan saya tunjukkan yang tergeletak di atas meja dekat kertas pengecekan kesehatan, suami bilang kok sedikit sekali, dan juga ternyata imitasi, dan Saya baru sadar jadi korban hipnotis,” imbuhnya.
Abdul Salam suami korban mengatakan, kasus tersebut sudah dilaporkan oleh anaknya ke pihak aparat kepolisian, dan juga kepada Kepala Pekon Talang Rejo, dan mereka berharap pelaku dapat segera ditangkap dimanapun berada, karena sangat meresahkan.
“Sepertinya pelaku ini sudah biasa dan profesional, ya kalau harapannya walaupun sangat tipis perhiasan emas kami ini bisa kembali, karena istri Saya mengumpulkan sedikit demi sedikit dari hasil kebun coklat,” katanya. (Imron/Juanda)









