oleh

BP2KB Cegah Kehamilan Beresiko

Harianpilar.com, Mesuji – Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BP2KB) Mesuji, tak bosan-bosan mensosialisasikan program KB di tengah-tengah masyarakat Mesuji. Hal itu, dilakukan agar masyarakat dapat mencegah terjadinya kehamilan yang terlalu beresiko.

Kepala BP2KB Mesuji S. Bowo mengatakan, program KB ini memang harus ditekankan kepada masyarakat. Tujuannya agar masyarakat dapat mencegah banyak kelahiran. Sebab, dengan banyaknya kelahiran maka akan berdampak kepada prekonomian masyarakat itu sendiri.

“Tujuan kita sosialisasi ini taklain agar masyarakat dapat ikut menyukseskan program berKB, dimana program ber-KB ini bertujuan untuk mencegah banyaknya kelahiran. Hal ini juga sesuai program BKKBN yakni dua anak cukup,”paparnya.

Dikatakannya, program dua anak cukup tentunya merupakan program pusat. Selain itu, sosialisasi ini juga karena kesadaran masyarakat untuk ber-KB memang masih rendah. Sehingga setiap kepala keluarga mampu menghasilkan 5 sampai 8 anak. Untuk mencegah banyaknya anak inilah maka ibu-ibu harus dapat ber KB.

“Sosialisasi ini terus kita fokuskan didaerah perairan. Karena, angka melahirkan didaerah tersebut sangat tinggi. Namun, yang jelas, sosialisasi ber-KB juga disertai pemberian alat-alat KB secara gratis bagi masyarakat,”tukasnya.

Ditahun 2015, angka masyarakat yang sudah ber-KB sudah meningkat dibandingkan ditahun-tahun sebelumnya. Artinya kesadaran masyarakat untuk berkb sagat tinggi. Tetapi, meskipun angka masyarakat untuk ber-KB sudah tinggi ditahun 2016 kita tetap akan terus mensosialisasikan hal tersebut.

“Kita tetap fokus mensosialisasikan program KB, ditenggah -tenggah masyarakat. Tujuannya agar masyarakat terus menjaga jarak kehamilannya. Supaya pola kesehatan, dan pertumbuhan anaknya dapat lebih stabil. Untuk itu, kita harapkan masyarakat tetap tidak lepas dari KB, sekaligus mensukserskan program BKKBN Pusat yakni dua anak cukup,”tukasnya. (Sandri/JJ)