Harianpilar.com, Mesuji – Penerimaan anggota Bantuan Polisi Pamong Praja (Pol-PP) Kabupaten Mesuji tahun 2015 diduga kuat sarat permainan. Hal ini terlihat dari banyaknya peserta dari luar daerah yang diterima. Padahal, persyaratan penerimaan Pol PP itu salah satunya adalah warga Mesuji.
Namun kenyataan di lapangan sangat berbeda. Banyak peserta yang diterima bukan warga Mesuji, kondisi ini membuat Bupati Mesuji kecewa.”Seharusnya, putra-putri yang diambil dari perwakilan 7 kecamatan se-Kabupaten Mesuji, agar mereka bisa bekerja dan tidak hanya menjadi penonton, dalam menyaksikan perubahan pembangunan dan jalanya roda pemerintahan di tempat mereka,” jelas Khamami, baru-baru ini.
Dikatakan Khamami, banyaknya peserta dari luar kabupaten Mesuji tentunya sangat mengecewakan. Sebab, tujuan di bukanya pendaftaran Badan Polisi Pamong Praja untuk memperkerjakan Putra/i Mesuji.
“Selain dapat mengurangi angka penganguran, ini juga bisa membuat mereka mengerti tentang Pemerintahan,” jelas Khamami saat di sambangi di ruang kerjanya.
Tujuan awal pembukaan Bantuan Pol PP tersebut adalah untuk perwakilan perkecamatan. Yang mana pemerintah Kabupaten Mesuji melalui Sat Pol PP memberdayakan warga setempat.
Bupati Mesuji meminta kepada Kasat Pol PP yang baru ini untuk segera menganulir kembali calon Pol PP tersebut. Jika tidak segera di anulir kembali maka Calon Bantuan Pol PP terancam tidak mendapatkan SK.
“Saya tidak melarang bagi siapa saja yang mau mengabdikan diri di Pemerintahan Kabupaten Mesuji, jika di nilai mereka memang memiliki skill dan kemampuan khusus dalam prestasi dan sebagainya,”imbuhnya.
Ketika di singgung terkait statment Ketua Panitian Penerimaan Bantuan Po PP (kalau calon berasal dari luar daerah tidak masalah namun harus memilki KTP Mesuji) tersebut Khamamik tidak setuju. Karena keluar dari konsep awal yaitu memberdayakan warga setempat.
“Kan sudah jelas tujuan awalnya kita buka penerimaan Bantuan Pol PP untuk memberdayakan warga setempat. Pas di terima malah banyak di dominasi dari luar daerah. Dan nanti akan saya panggil 98 calon Bantuan Pol PP tersebut. Dan saya wawancarai sendiri. Jika terbukti bukan dari Mesuji akan saya keluarkan (gagal di terima). Lebih baik ada 50 calon asli dari Mesuji dari pada kita menerima dari luar Mesuji,” pungkasnya. (Sandri)









