Harianpilar.com, Lampung Utara – Ribuan umat muslim yang ada di Kabupaten Lampung Utara (Lampura) menghadiri pengajian Akbar yang diadakan Pemerintah Kabupaten, di Desa Semuli Raya Kecamatan Abung Semuli.
Kali ini Bupati Lampura H.Agung Ilmu Mangkunegara menghadirkan Ustadz H. Muhammad Syahkirun dari Jakarta. Pengajian akbar yang digelar selama tiga bulan sekali ini bertujuan untuk memberikan pencerahan agama kepada umat muslim di Kabupaten Ragem Tunas Lampung(Ratula). “Pengajian akbar juga dilaksanakan karena saat ini sudah banyak aliran sesat yang mengatas namakan Islam. Jangan sampai masyarakat Lampura mendekati organisasi dan agama itu. Jika ada pengajian harus dipelajari terlebih dahulu dan ditanyakan siapa ustadznya. Kita adakan pengajian akbar ini agar masyarakat bisa kenal ustadz-ustadz yang sesungguhnya,” ujar Bupati H.Agung Ilmu Mangkunegara,Selasa (2/12/2015).
Bupati menyatakan, ia ingin Lampura tidak hanya bagus dan sukses di bidang Infrastruktur saja. Tetapi juga dibidang rohani khususnya keagamaan. Karena saat ini pihaknya tengah menggencarkan program-program yang langsung menyentuh masyarakat. Apalagi, kedepan Bupati akan berupaya menggratiskan pendidikan hingga ke sekolah swasta. “Jika anggaran tersedia kita akan mensejahterakan masyatakat Lampura,” kata dia.
Sementara itu, Ustadz H. Muhammad Syahkirun sebelum menyampaikan ceramah mengajak seluruh jamaah yang hadir untuk melakukan dzikir dan solawat terlebih dahulu. Ustad sangat mengapresiasi sekali dengan kepemimpinan Bupati termuda ini karena selama satu tahun ke pemimpinannya Lampura sudah lebih baik. “Setiap tiga bulan sekali Bupati selalu memanjakan masyarakatnya terutama kaum muslim dengan menghadirkan ustadz dan ustadzah ternama dari berbagai kota. Terimakash kepada pak Agung dan pak Sri Widodo karena sudah merangkul masyarakatnya yang berbeda suku,” terang Kirun panggilan akrab Ustadz H. Muhammad Syahkirun.
Kirun menambahkan, Allah SWT memberikan kenikmatan mata, telinga, mulut dan organ tubuh lainnya untuk dijaga dan dipergunakan sebaik-baiknya. Jangan sampai disalah gunakan, seperti halnya mata. Mata tidak bisa dipergunakan untuk melihat yang tidak-tidak. Adalagi mulut, mulut ini sangat berbahaya jangan sampai dipergunakan hanya untuk membicarakan keburukan orang saja. Tetapi keburukan dirinya sendiri tidak diperhatikan. Maka dari itu umat muslim harus paham dengan ini semua,” katanya. (iswant/yoan)









