Harianpilar.com, Tanggamus – Sirine tanda bahaya bencana tsunami kembali dihidupkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanggamus, Rabu (26/11/2015) pukul 10.00 wib.
Kepala BPBD Tanggamus Burdani mengatakan, sirine tanda bahaya bencana Tsunami tersebut akan secara otomatis berbunyi setiap tanggal 26 pukul 10.00 wib. Dan lokasi sirine peringatan bencana tsunami di pasang di area Taman Kota, Kecamatan Kota Agung, Tanggamus.
“Tujuannya adalah guna memberikan pengetahuan kepada masyarakat, jika mendengar suara sirine tersebut setelah terjadi gempa dengan kekuatan diatas 7 SR, maka masyarakat harus segera mengungsi ketempat aman,”terang Burdani, Rabu (26/11/2015)
Dan pihak BPBD Tanggamus memang jauh-jauh hari sudah melakukan sosialisasi pemahaman tentang sirine tanda bahaya tsunami tersebut. Selain untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, Lanjutnya, tujuan rutinnya sirine dibunyikan setiap tanggal 26 yakni untuk memastikan bahwa alat selalu berfungsi, dan tidak ada kendala sama sekali.
“Dan ini juga untuk menganang terjadinya bencana tsunami yang melanda Nangroe Aceh Darussalam beberapa tahun lalu. Memang juga untuk mengcek alat apakah ada kendala atau tidak. Takutnya, tapi kalau bisa jangan sampai lah bencana tsunami terjadi. Pas kejadian tsunami, sirine tidak berfungsi dengan baik,”jelasnya.
Sementara itu, beberapa masyarakat Kecamatan Kota Agung sendiri banyak yang belum mengetahui akan adanya sirine tsunami yang berbunyi setiap tanggal 26 disetiap bulannya. Seperti yang di katakan oleh Yati warga kelurahan Baros. Ia tidak pernah tahu akan bunyi yang berasal dari sirine tsunami tersebut. Dirinya menganggap itu hanyalah sebatas bunyi biasa saja yang kerap didengar.
“Oh itu suara sirine tsunami ya mas, saya baru tahu. Ya saya kalau ketaman kota memang sering lihat, tapi saya pikir itu manara seluler mas. Saya gak terlalu memperhatikannya, makasih ya mas informasinya,” seraya sambil meninggalkan warung dan membawa kantung belanjaan sayurnya. (Imron/JJ)









