Harianpilar.com, Tanggamus – Polres Tanggamus masih terus mencari lahan yang representatif dan layak, untuk dijadikan markas komando (mako) Sub Dentasemen (Subden) C IV Brigade Mobile (Brimob). Sementara ini penjajakan caloh lokasi masih dilakukan di Kecamatan Bandarnegeri Semuong (BNS).
Wakapolres Tanggamus Kompol Nuswanto, mendampingi Kapolres AKBP Ahmad Mamora mengatakan saat ini Polres masih melakukan penjajakan tempat, terakhir peninjauan dilakukan di Pekon Sanggi. Lokasinya tepat berada di belakang kantor Kecamatan BNS. “Namun setelah disurvey oleh tim dari Satbrimobda Lampung, lokasi tersebut dinilai terlalu sempit. Maka saat ini, ya kita masih terus mencari-cari lahan yang tepat. Artinya, selain representatif untuk mako subden, juga layak untuk dibuat perumahan perwira, barak anggota, lapangan, lokasi untuk latihan sehari-hari, dan lain-lain,” beber Nuswanto.
Sebelumnya saat berkunjung ke Tanggamus, Kapolda Lampung Brigjen Edwardsyah Pernong memastikan wacana pendirian Mako Subden Brimob di Bumi Begawi Jejama akan terus berlanjut. Calon lokasi yang bakal menjadi letak mako, telah bergeser dari kesepakatan awal.
Pertengahan 2014 lalu, mako brimob diproyeksikan di sebuah lahan bekas gedung SD di Pekon Waykerap, Kecamatan Semaka. Sayangnya, dari hasil survey Satbrimobda Lampung yang didampingi Polres Tanggamus, tempat tersebut kurang representatif. Sehingga kini, calon lokasi bergeser ke Kecamatan Bandarnegeri Semuong (BNS). Yaitu sebuah lahan tepat di belakang Kantor Kecamatan BNS, di Pekon Sanggi.
“Lahan yang nantinya menjadi calon lokasi baru sudah kami temukan. Wilayahnya masuk Kecamatan BNS, tepat di belakang kantor kecamatan. Saat ini progresnya, masih dalam tahap negosiasi antara Pemkab Tanggamus dengan pemilik lahan. Semoga saja semuanya lancar, sehingga di Tanggamus ini bisa segera berdiri sebuah Mako Brimob,” ujar kapolda saat Anjau Silau ke BNS beberapa waktu lalu.
Namun, jenderal bintang satu itu tidak menyebutkan secara rinci, dimensi lahan dan siapa pemiliknya. Edwardsyah hanya sekilas memastikan, jika dibandingkan dengan lahan pertama di Pekon Waykerap, lahan yang sekarang dinilai lebih luas dan lebih representatif untuk calon lokasi Mako Brimob.
Pada bagian lain, Wakapolda Lampung Kombes Winarno AS juga sempat menyatakan, polda siap mendirikan mako di Tanggamus. Menurut Winarno, rencana pembangunan memang selama ini sudah ada dan kini lebih dimatangkan lagi. Pendirian mako di Tanggamus untuk memberi pelayanan kepada masyarakat. Hal ini menyangkut pelayanan pada tindak huru-hara yang melibatkan massa yang di dalamnya terjadi konflik keras. “Kalau untuk pembangunan siap, sesegera mungkin didirikan. Dalam hal ini kami juga minta partisipasi pemerintah daerah agar bisa menyumbangkan lahan. Sedangkan untuk sarana dan prasarana dari kami yang mengadakannya,” sebut Winarno beberapa waktu lalu.
Ia menjelaskan, selama ini pelayanan Brimob untuk menaungi Tanggamus, Pesisir Barat dan Lampung Barat masih dikirimkan dari Bandarlampung. Dengan jarak lebih dari 100 kilometer (km). Maka layak jika di Tanggamus, khsususnya wilayah barat didirikan mako. Pendirian mako Brimob Sub Semaka untuk menambah mako sub yang selama ini ada. Maka beban mako Brimob Polda Lampung tidak terlalu berat, karena harus menaungi seluruh Lampung.
Adanya pembagian konsentrasi pasukan Brimob tersebut, diharapkan dapat cepat menangani segala peristiwa besar atau konflik masyarakat. Sehingga meminimalisir dampak peristiwa dan menciptakan kondisi aman kembali. “Kami menilai memang perlu adanya peran Brimob untuk mengatasi masalah-masalah yang timbul. Jadi pembangunan di sini (Tanggamus, Red) kami rasa sudah tepat,” terang Winarno. (imron/joe)









