Harianpilar.com, Lampung Timur – Istri muda Jiran (42), ketua RT 01, Dusun Talangsari, Desa Rajabasa Lama, Kecamatan Labuhanratu, Lampung Timur, Tirah (40), harus berurusan dengan aparat penegak hukum lantaran tega membakar Wiji Lestari (41), yang merupakan madunya. Akibat percobaan pembunuhan itu, korban mengalami luka bakar serius di bagian kedua tangan, perut, dan kakinya.
Tirah ditangkap anggota Polsek Labuhanratu, Minggu (15/11/2015), pukul 13.00, di rumahnya, saat ditemui wartawan di Polsek Labuhanratu, pelaku mengaku membakar Wiji Lestari karena cemburu dengan perlakuan suaminya yang dinilai tidak adil dalam pembagian materi. “Bagaimana enggak jengkel, Mas. Kalau berani menikahi dua perempuan, harus adil segala-galanya,” kata Tirah di Polsek Labuhanbatu.
Perempuan paruh baya itu menerangkan ia membakar Wiji pada Jumat (13/11/2015) dini hari. Dia beranjak dari tempat tidur lalu keluar rumah dengan membawa 4 liter bensin yang berada di dalam jeriken. “Rumah saya dan rumah Wiji hanya berjarak 200 meter. Malam itu saya sendirian menuju rumahnya,” kata dia.
Dengan mudah tersangka menyiramkan bensin kepada korban karena kamar tidur korban lubang jendelanya tidak ada tutup permanennya, hanya tertutup kain. Menurut keterangannya, setelah menyiramkan bensin ke tubuh korban, ia langsung menyulutkan api ke tubuh korban yang sedang tidur pulas. “Iya bensin saya siramkan ke tubuh Wiji, lalu saya hidupkan korek api terus melemparkan ke tubuhnya, langsung saya pulang,” ujar Tirah. Dan perbuatan itu, tanpa sepengetahuan suaminya.
Di tempat yang sama, Jiran mengatakan saat peristiwa terjadi dia sedang tertidur pulas di kediaman istri mudanya itu (pelaku) dan tidak mengetahui rencana dan perbuatan tersebut. Ia baru menyadari bila istri tuanya terbakar saat tetangganya memberi kabar sekitar pukul 03.00. “Memang malam itu saya tidur di rumah istri muda saya, tetapi saya tidak tahu kalau dia bangun tengah malam,” ujar Jiran.
Korban yang terbakar cukup parah langsung dibawa ke rumah sakit terdekat. “Saya baru tahu kalau pelakunya istri saya, Tirah, setelah ditangkap polisi,” ujar dia.
Kapolsek Labuhanratu AKP Salman Fitri mengatakan pihak kepolisian sedang melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Menurut dia, tidak menutup kemungkinan ada pelaku lain dari peristiwa pembakaran Wiji Lestari ini. “Pelaku sementara baru Tirah. Kami masih terus melakukan penyelidikan,” kata dia. (nt/lp/joe)









