Harianpilar.com, Lampung Selatan – Aksi anarkisme kembali terjadi pada proses Pilkada Lampung Selatan (Lamsel). Kampanye dialogis pasangan Zainudin Hasan-Nanang Ermanto, yang digelar di Dusun Merakbatin, Kecamatan Natar, Senin (9/11/2015) malam, dibubarkan oleh sejumlah pemuda yang diduga pendukung Eky Setyanto.
Beberapa pemuda itu, berusaha membubarkan kampanye dengan cara berteriak-teriak dan merebut microphone bahkan sempat mengacung-acungkan sebilah badik.
Menurut penuturan anggota tim pemenangan Zainudin, Agus Bhakti Nugroho, seorang pemuda merampas microphone milik tim pemenangan Zainudin Hasan – Nanang Ermanto (ZaiN), dari tangan anggota tim pemenangan ZaiN lain bernama Budi, dengan cara mengacungkan sebilah badik kepadanya.
“Peristiwa tersebut terjadi persis saat Pak Zainudin baru tiba dan sedang menyalami warga. Saat itu sekitar 20 orang pemuda mendatangi lokasi kampanye sambil teriak, bubar, bubar, ini kampung kami, kami pendukung Eki,” jelas Agus, Selasa (10/11/2015).
Dia menceritakan, meski mendapat ancaman, warga yang telah berkumpul tetap berada di lokasi kampanye yang persis berada di belakang rumah calon wakil bupati nomor urut 2, Eki Setyanto.
“Warga gak pergi, paling satu dua yang meninggalkan tempat. Malah ada ibu-ibu yang nyeletuk, kok kayak gitu, inikan lagi masanya kampanye, kok dilarang-larang,” jelasnya.
Agus menjelaskan, beruntung polisi yang berjaga di lokasi kampanye bertindak cepat, mereka akhirnya dapat menghalau para pemuda yang diduga merupakan warga sekitar. Namun menurut Agus para pengacau tersebut tidak benar-benar pergi melainkan menunggu di luar pintu masuk lokasi kampanye.
“Saat kami keluar pulang, mereka meneriaki kami, sambil mengucapkan yel-yel, dua, dua. Untuk mencegah rusuh kami tidak menghiraukannya dan langsung meninggalkan tempat,” lanjut Agus.
Beruntung saat kejadian tersebut, salah seorang tim Zainudin berhasil mengabadikan gambar beberapa pemuda yang berusaha mengacaukan kampanye tersebut. Di antaranya foto pertama memperlihatkan seorang pemuda tanggung mengacungkan tangan sambil memegang microphone rampasan.
Kemudian di gambar kedua, seorang pemuda mengangkat tangan mengacungkan dua jari sambil berteriak memerintahkan warga yang sudah memadati lapangan untuk pergi dari lokasi kampanye.
Dari beberapa foto yang berhasil diambil tersebut, tim pemenangan ZaiN menduga pelaku merupakan simpatisan pasangan nomor urut 2, yang tidak menginginkan kampanye dialogis ZaiN berjalan dengan mulus di Natar yang merupakan basis pendukung Eki Setyanto.
Hingga berita ini diturunkan, tim pemenangan ZaiN menyatakan telah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Natar dengan nomor laporan, TBL/B-1274/XI/2015/Reslamsel/seknatar. Tanggal 9 november 2015 dan Panwaslu Lampung Selatan.
Selain itu, Tim ZaiN juga mengaku akan mencari tahu siapa pelaku dan dalang di balik usaha menciderai demokarasi tersebut.
“Kami berharap polisi bisa mengusut tuntas pelaku dan dalangnya, perbuatan mereka sudah melanggar hukum pidana. Selain itu, kami juga meminta Panwaslu bertindak atas perilaku lawan politik yang mencederai demokrasi, kami bisa saja melakukan hal yang sama di tempat kami, jika ini tidak segera ditindak,” pungkas Agus.
Sementara itu, Ketua Panwaslu Kabupaten Lampung Selatan Sahbudin Usman mengatakan, pihaknya membenarkan adanya laporan dari pihak Panwascam Natar, pada Senin malam. “Kami baru menerima laporannya bang, sejauh ini kami belum dapat menyimpulkan apakah tindak pidana umum apa ada unsur pelanggaran pemilu, dalam waktu dekat kami akan memangi baik pihak pelapor maupun pihak terlapor dan para saksi,” kata Sahbudin, ketika dihubungi via telepon, Selasa (10/11/2015).
Dia juga menambahkan, pihaknya telah memerintahkan Panitia Pegawas Kecamatan Natar untuk lebih teliti dan melihat apakah ada atribut dari KPU yang dirusak apa ada pemukulan. “Kalau ada atribut buatan KPU yang dirusak berarti ada pelanggaran pemilu, yang jelas kami masih mempelajari laporan ini,” tambahnya. (Saiful/Juanda)









