Harianpilar.com, Tanggamus – Awal tahun 2016, masyarakat pengguna handpgone Kecamatan Limau, Tanggamus, sudah bisa memanfaatkan jaringan seluler dari Provider Telkomsel. Sehingga untuk berkomunikasi dengan kerabat dan keluarga, tanpa kesulitan mencari signal.
Camat Limau Mahpuz mengatakan, pihak telkomsel telah melakukan survey dengan mencari titik nol. Dimana, titik nol tersebut ditemukan di Pekon Badak. Dan saat ini, telah dilakukan pengeboran lokasi yang akan di jadikan tempat pembagunan tower telekomunikasi. Di targetkan, pada akhir tahun 2015, pembangunan tower dapat terselesaikan.
“Pekon Badak di pilih oleh pihak telkomsel lantaran berada di titik nol, dan memang nantinya jaringan seluler yang masuk dapat dukungan dari kecamatan tetangga yang memang sudah lebih dahulu ada signal telekomunikasi. Tower yang dibangun pun baru satu sih untuk tahun 2015 ini. Dan masyarakat sangat antusias sekali, karena memang ini yang di tunggu-tunggu dari dulu,” ungkap Mahpuz, usai menghadiri Paripurna R-APBD 2016, DPRD Tanggamus, Senin (9/11/2015).
Menurutnya, keberadaan tower seluler di Pekon Badak nantinya belum bisa mengcover seluruh wilayah Kecamatan Limau. Berdasarkan dari data dan perkiraan PT. Telkomsel, wilayah yang bisa mendapatkan akses signal hanya ada enam pekon, dari sebelas pekon yang ada. Yakni, Pekon Badak, Tanjung Jaya, Kuripan, Banjar Agung, Tegi Neneng dan Padang Ratu. “Sementara pekon sisanya, seperti Tanjung Siom, Antar Berak, Pariaman dan Ampai tidak bisa mengakses signal dari tower telkomsel. Sementara Pekon Ketapang, memang sudah mendapatkan akses signal seluler dari Kecamatan Kota Agung Timur. Meski masih bisa dibilang susah untuk dapat akses signal seluler secara penuh,” terangnya.
Mahpuz mengakui, wilayah yang di pimpin olehnya memang terbilang wilayah yang cukup menyisihkan sebuah tantangan tersendiri bagi perusahaan seluler, untuk membangun jaringan telekomunikasi. Pasalnya, letak geografis yang secara keseluruhan merupakan pegunungan. Dan paling tidak, harus ada 3 tower seluler untuk bisa mengcover wilayahnya tersebut. “Kita inikan pegunungan, jadi memang sulit. Tapi ya mudah-mudahan, dengan adanya langkah awal pembangunan tower telkomsel di Pekon Badak, menjadi langkah awalnya. Kedepan, kita juga mengusulkan pembangunan 2 tower lagi, supaya semua wilayah Limau bisa tercover signal seluler. Siapa tahu, suksesnya telkomsel di Limau, kedepannya provider lainnya juga ikut masuk mendirikan jaringan seluler,” harapnya. (imron/joe)









