Harianpilar.com, Bandarlampung – Pengamat kebijakan publik Universitas Lampung (Unila) Dedy Hermawan menyayangkan, jika Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung lebih besar menganggarkan untuk pembangunan insfratuktur saja, sebab masih banyak potensi lain yang bisa dibangun untuk mensejahtrakan masyarakat.
“Masih banyak potensi yang bisa dikembangkan, banyak potensi yang bisa dikembangkan di Lampung ini, seperti makanan khas Lampung, tingkatkan usaha muda, dan masih banyak lagi yang lain. Sepertinya pemprov Lampung, akan melakukan penyicilan pembangunan selama lima tahun ini secara bertahap, tapi ya jangan semua anggaran dianggarkan untuk pembangunan jalan dan jembatan saja,” kata Dedy, melalui telepon selulernya, Senin (2/11/2015).
Lebih lanjut Dedy mengatakan, sebenarnya tergantung pada Pemprov. “Jika pemprov tidak memperhatikan potensi lain, maka pemprov harus melakukan pembangunan secara bertahap setelah melakukan pembangunan prioritas infrastruktur,” jelasnya.
Potensi pembangunan yang tidak diperhatikan akan terbengkalai. “Mestinya harus diperhatikan, sebab semua sektor menjadi tanggung jawab pemerintah, dalam tren lima tahun, dan tahun-tahun berikutnya harus dilakukan pengembangan,” ucapnya.
Lebih lanjut Dedy menjelaskan, seperti makanan khas Lampung yang semakin sulit didapat, dikarenakan banyak rumah makan dari luar Lampung, seperti masakan Padang, Palembang, dan lainnya.
Sebelumnya, program kerja gubernur Lampung yang diprioritaskan dari pembangunan inflastruktur akan segera dipercepat dan dikerjakan, program kerja gubernur ini sangat berfokus kepada pembangunan inflastruktur dikarena pembangunan ini sangat menunjang untuk kemajuan ekonomi Lampung. (Fitri/JJ)









