Harianpilar.com, Lampung Barat – Akibat diguyur hujan deras selama lima jam, jalur Liwa-Krui yang menghubungkan Kabupaten Lampung Barat dan Pesisir Barat mengalami longsor sepanjang 10 Meter tepatnya di Kilometer 9, Pekon Labuhanmandi, Kecamatan Waykrui, Jumat (30/10/2015).
Rinto Bangsawan warga Pekon Labuhanmandi kepada Harin Pilar mengungkapkan, hal itu terjadi setelah hujan deras disertai petir mengguyur di wilayah tersebut.
“Sempat macet total di jalur itu, karena tumpukan batu dan tanah yang diakibatkan oleh longsor,” kata Rinto.
Dijelaskan Rinto, sebelum alat berat dari dinas terkait datang, warga dan pengguna jalan sempat bergotong royong untuk membersihkan material longsor yang menutup badan jalan. “Alhamdulillah, jalur tersebut sudah bisa digunakan kembali setelah bantuan alat berat dan warga sekitar,” jelas dia.
Sementara, Eko warga Sekuting Lambar yang sempat terjebak longsor, mengatakan bahwa hujan deras disertai angin kencang dan petir sejak pukul 13.00 – 18.00. Sehingga mengakibatkan longsor. “Waktu mau pulang ke Liwa, saya sudah was-was akan terjadi longsor, karena hujannya sangat lama dan lebat sekali,” terangnya.
Dia berharap kepada dinas terkait baik Pemda Lambar maupun Pemda Pesisir Barat untuk menyiapkan alat-alat berat maupun tim untuk mengantisipasi terjadinya bencana terutaman bencana longsor di jalur tersebut. “Saya harap dinas terkait menyiapkan peralatan maupun tim penanggulangan bencana, di jalur Liwa-Krui yang terkenal sangat rawan longsor,” pungkas dia.
Terkait kondisi ini, pihak Pemerintah Kabupaten Lampung Barat melalui Dinas PU belum bisa dimintai konfirmasi. (Doni/Juanda)









