oleh

Gagal Panen Tidak Pengaruhi Komoditas Beras

Harianpilar.com, Bandarlampung – Musim kemarau berkepanjangan ternyata tidak mempengaruhi hasil panen untuk berbagai komoditas pangan khususnya padi, meski saat ini hanya 15persen dari 12ribu hektar lahan sawan yang ada di Provinsi Lampung mengalami gagal panen.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung Lana Rekyanti mengatakan, gagal panen akibat musim kemarau tidak menghancurkan komoditas beras. ” Komoditas beras hanya berkurang 15 persen saat ini akibat kemarau panjang, dan hanya 12 ribu hektar mengalami puso, jadi tidak mempengaruhi panen,” jelasnya saat ditemui di kantor Gubernur Lampung, Rabu (28/10/2015).

Untuk puso yang terbesar ada di Kabupaten Lampung Selatan, Pesawaran, dan Pringsewu. Menghadapi musim kemarau ini para petani mendapat bantuan dari Kementerian pertanian untuk membuat sumur bor yang dibangun di daerah persawahan yang benar-benar mengalami kesulitan air.

Menurut Lana, kekeringan ini bukan ancaman bagi pangan baik nasional maupun untuk Lampung sendiri, karena secara target nasional saat ini panen di Indonesia hingga Agustus saja sudah mencapai 76,3 persen. Jadi tidak dikawatirkan untuk stok padi yang ada hingga akhir tahun.

Lana menambahkan untuk menanggulangi kemarau, seperti gerakan partisipasi petani membuat sumur dan Pemda menyiapkan pompa airnya. Kemudian bagi petani yang kurang mampu, diusulkan pemprov Lampung untuk membangun sumur dan pompa dengan memanfaatkan dana CSR dan APBD Pemda Lampung.
Kemudian mengajukan usulan ke Kementerian Pertanian pengadaan pompa air, untuk optimalkan sumber air yang ada.

“Dengan bantuan sumur bor ini para petani bisa terus menanam meski penggunaan air yang terbatas, tapi tidak sedikit juga mempengaruhi hasil panennya,” jelasnya. (Fitri/JJ)