Harianpilar.com, Tanggamus – Kecamatan Ulubelu, Tanggamus berkabut asap sejak tiga hari lalu. Kemunculan kabut asap itu membuat warga resah. Warga khawatir terjadi bencana kabut asap seperti di Provinsi Riau, Sumatera Selatan dan beberapa daerah lainnya. Dari penelusuran warga diketahui asap itu berasal dari Pekon Pagar Alam.
Sartijan, Camat Ulubelu mengatakan bahwa kepulan asap tersebut disebabkan oleh pembakaran hutan rawa yang dilakukan oleh masayarakat setempat, karena rencananya hutan rawa tersebut akan dibuka dan dijadikan sebagai lahan untuk bercocok tanam. “Saya sudah mengetahui adanya kepulan asap yang terjadi di pekon tersebut, dan sejauh ini belum ada dampak yang membahayakan bagi masyarakat.” Kata Sartijan.
Menurut Sartijan, kebakaran tersebut memang sengaja dilakukan oleh masyarakat Pekon Pagar Alam. Dimana luas lahan yang akan dijadikan sebagai lahan bercocok tanam sekitar 40 hektar. Sedangkan hutan rawa yang telah terbakar tersebut berjumlah 10 hektar yang letaknya berdekatan dengan lingkungan pengeboran panas bumi.
“Kita himbau langsung kepada masyarakat jangan ada lagi pembakaran hutan rawa, apalagi saat musim kemarau seperti ini karena akan berdampak luas bagi masyarakat, dan terbakarnya hutan baru kali ini terjadi,” kata Sartijian seusai menghadiri rapat di rupatama Bupati Tanggamus. Senin (19/10/2015)
Sementara itu Kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanggamus Burdani,SH mengatakan, terkait terbakarnya hutan yang ada di pekon Pagar Alam kecamatan Ulu Belu hal tersebut berdasarkan laporan dari pihak kecamatan setempat, dan pihaknya sampai saat ini belum ada langkah untuk penanganan terkait hal tersebut. Karena hal tersebut masih bisa diatasi oleh pihak pekon.
“Ya kita sudah dapat laporan dari pihak kecamatan, dan saat ini belum ada langkah penangan terkait terbakarnya hutan tersebut, karena hal tersebut masih bisa diatasi oleh masyarakat serta pihak pekon, dan saat ini titik api juga sudah mulai berangsur dipadamkan oleh masyarakat sekitar. Tanggamus sendiri memang untuk resiko kebakaran hutan tidak ada, itu berdasarkan data yang ada,” tukasnya. (Ron/joe)









