oleh

Ismail Tajudin Kritik Disiplin Guru PNS

Harianpilar.com, Mesuji – Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) Kabupaten Mesuji melaksanakan bimbingan teknis (bimtek) Sekolah Adiwiyata di aula SMP Negeri 1 Tanjung Raya, Selasa (6/10/2015).

Asisten III Bidang Administrasi Umum Pemkab Mesuji Drs. Ismail Tajudin, yang membuka acara tersebut atas nama Bupati Mesuji, sempat mengkritik para peserta bimtek. Kritikan itu lantaran peserta bimtek yang merupakan Guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan kepala sekolah tersebut tidak memakai seragam atribut secara rapih dan lengkap sehingga tak mencerminkan sikap disiplin PNS. “Sebelum saya menyampaikan sambutan mewakili Bupati Khamami, terlebih dahulu saya menekankan bila kedisiplinan PNS itu utama. Apalagi kalian ada yang guru dan kepala sekolah, bagai mana bisa mengajarkan kedisiplinan pada anak didik. Bila kalian saja tidak disiplin, pertemuan kedinasan saja tak pakai seragam PNS. Lain kali setiap kali pertemuan terutama kedinasan atribut PNS yang dikenakan haruslah lengkap dan rapih, hal kecil bila tidak dibiasakan akan sulit dirubah,” kata Ismail Tajudin.

Bimtek yang bertujuan mewujudkan sekolah peduli dan berbudaya lingkunganitu diikuti seluruh kepala sekolah yang tergabung dalam Program Sekolah Adiwiyata se-Kabupaten Mesuji. Selain para peserta bimtek, tampak hadir Kepala BPLH Mesuji Hamdani, Perwakilan BPLH Provinsi, staf ahli Pemkab Mesuji.

Menurut Ismail, kegiatan bimtek program Adiwiyata bertujuan untuk mengenalkan pemahaman terhadap sekolah-sekolah di Kabupaten Mesuji. Pemahaman bagaimana menciptakan kondisi yang baik bagi sekolah untuk menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah.  “Sehingga dikemudian hari warga sekolah dapat turut bertanggungjawab dalam upaya perlindungan pengelolaan lingkungan di sekolah dalam rangka mendukung pembangunan yang berkelanjutan,” katanya.

Untuk mewujudkan hal seperti diatas, lanjut dia tentunya harus dipahami terlebih dahulu dua prinsib Adiwiyata yakni prinsip partisipatif dan berkelanjutan. Fartisipatif ialah komunitas sekolah yang terlibat dalam managemen sekolah yang meliputi keseluruhan proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi seseuai tanggungjawab dan peran disekolah.

Kemudian prinsip berkelanjutan adalah seluruh kegiatan harus dilakukan secara terencana dan terus menerus secara komprehensif. Sehingga perilaku dan kesadaran warga sekolah akan kepedulian lingkungan akan senantiasa tertanam dengan baik. Jadi bukan hanya sebatas serimonial saja “Kepada kita semua, khususnya dinas terkait diharapkan berperan serta untuk berikan bantuan peembinaan arahan serta bimbingan selaku aparat Pemerintah. Kepada para pendidik, guru serta orang tua kiranya dapat menjadi contoh tauladan bagi anak-anak kita dalam mencintai dan melestarikan lingkungan hidup khususnya dilingkungan rumah dan sekolah,” tutupnya.

Kaban BPLH Mesuji Hamdani, mengatakan, pelaksanaan bimtek Adiwiyata semestinya telah dilaksanakan 5 juni 2015 beberapa bulan lalu, pada peringatan hari lingkungan hidup sedunia. Namun karena terkendala dianggaran hingga pelaksanaan bimtek baru dapat terlaksana. “Kegiatan bimbingan teknis ini sekaligus sebagai media pembinaan kepada sekolah di Kabupaten Mesuji kiranya dapat memperoleh ilmu dan pemahaman serta keuntungan dalam mengikuti program adiwiyata ini,” katanya. Untuk mewujudkan tujuan program Adiwiyata, telah ditetapkan empat komponen program yakni kebijakan berwawasan lingkungan, pelaksanaan kurikulum berbasis lingkungan, kegiatan lingkungan berbasis partisipatif, dan pengelolaan sarana pendukung ramah lingkungan. (sandri/joe)