Harianpilar.com, Lampung Utara – Warga RT 05 LK 01 Kelurahan Kelapa Tujuh Kotabumi Selatan, Senin malam (6/10/2015) digegerkan dengan kemunculan seekor beruang madu, Senin 5 Oktober 2015. Beruang yang belum diketahui dari mana asalnya itu berlarian di pemukiman warga, hingga areal belakang rumah makan Taruko I, seberang kantor Dinas Pendapatan Daerah Lampung Utara.
Setelah selama hampir tujuh jam, tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Lampung Utara dan warga dengan berbagai peralatan berusaha mengevakuasi binatang dilindungi itu, namun gagal dan kehilangan jejak. Tim BKSDA menggunakan peralatan jaring dan senapan yang berisi peluru bius. Dan tim BKSDA masih siaga mencari keberadaan beruang madu tersebut.
Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) yang mengejar hewan tersebut kesulitan karena lokasi bekas rawa yang cukup curam. “Total anggota yang diturunkan dalam proses evakuasi sebanyak delapan orang. Tapi hingga kini belum berhasil . Dapat informasi, kami langsung ke sini,” kata anggota Tim BKSDA, Rusmaidi.
Menurut warga, beruang itu kali pertama diketahui oleh anak anak warga sekitar pada pukul 14.00. Beruang itu berkeliaran di pekarangan rumah warga bernama Fajarudin. Kemudian, pindah ke belakang rumah makan Taruko I di Jalan Tjoekoel Soebroto. “Sudah sejak sepekan lalu terlihat ada beruang beruang, di perkebunan warga. Tapi, baru hari ini mulai berkeliaran di pekarangan warga,” kata Hasan.
Warga lain, Amran mengira beruang yang berkeliaran itu adalah satwa peliharaan warga yang lepas. “Ya tadi sore ada beruang lepas, kami pun mencoba menangkapnya beramai-ramai hingga akhirnya beruang itu bersembunyi di rimbunan pohon bamboo,” kata Amran Kenedi, menunjukkan rimbunan pohon bambu yang dekat jalan.
Beruang yang diduga tersasar dan mengalami stress itu menyembunyikan diri ke arah bekas rawa yang telah lama mengering di lingkungan LK I, Kelurahan Kelapa Tujuh atau tak jauh dari kantor Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Lampung Utara. (iswant/yoan/joe)








