Harianpilar.com, Bandarlampung – Tegar, Balita penderita usus terburai yang diberitakan harianpilar.com (Group Surat Kabar Harian Pilar), Jum’at (2/10/2015) panen bantuan. Sejumlah pihak mulai dari Sekretaris DPD Partai Demokrat Provinsi Lampung Fajrun Najah Ahmad, Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara, hingga Komandan Kodim 0412 Lampung Utara (Lampura) turut membantu untuk meringankan biaya perobatan anak pasangan M. Nasir (41) dan Ela (37), warga Kelurahan Tanjung Senang, Kecamatan Kotabumi Selatan, Lampung Utara (Lampura).
“Maaf saya disuruh Bang Fajar menyampaikan bantuan untuk anak yang menderita kelainan usus yang diberitakan harianpilar.com,” ujar orang dekat Fajar melalui ponselnya, Jumat (2/10/2015).
Atas bantuan itu, harianpilar.com menyarankan disalurkan melalui DPC Partai Demokrat Lampung Utara agar bisa disampaikan secara langsung. Sebab, penderita itu merupakan warga Lampung Utara.
“Oke kalau begitu, terimakasih banyak informasinya ya,” tutupnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Lampura Samsir mewakili bupati menyatakan bantuan untuk Tegar berupa uang tunia ini guna biaya perobatan hingga operasi dan kebutuhan susu.
“Kita serahkan bantuan dari pak bupati untuk membantu keluarga Tegar guna membeli susu dan kebutuhan lainnya,” ujar Samsi, Minggu (4/10/2015).
Dijelaskan Samsir, pihaknya akan membantu pengobatan Tegar hingga operasinya selesai, bahkan hingga kondisi bayi tersebut dalam keadaan baik.
“Nantinya jika keluarga Tegar memang membutuhkan bantuan dan terkendala dalam pengobatan silakan hubungi Camat. Karena Camat dan pihak puskesmas ditugaskan untuk memonitor hingga kondisi Tegar membaik,” ungkap Samsir.
Terlebih, kata Samsir, pada tanggal 15 Oktober 2015 mendatang Tegar akan dibawa berobat menggunakan ambulance dari Puskesmas Kotabumi II.
“Keluarga Tegar jangan khawatir, jika sebelum waktunya operasi ia sakit, silakan langsung dibawa ke Rumah Sakit Daerah Ryacudu Kotabumi,” tandasnya.
Sememtara itu, Direktur RSUD Ryacudu Kotabumi dr. Maya Metissa menyatakan, Tegar mengalami penyempitan usus tersebut diakibatkan kurangnya asupan gizi saat sang ibu mengandungnya. Sebab asupan gizi sangatlah penting diberikan dimulai sejak usia kehamilan menginjak satu bulan hingga saat melahirkan.
Kemudian ibu hamil harus sering datang ke Posyandu untuk memeriksakan kehamilannya.
“Posyandu ini penting untuk ibu hamil begitu juga dengan asupan gizi. Jangan sampai ibu hamil melalaikan dua hal ini,” himbaunya.
Untuk diketahui, kondisi Tegar menderita penyakit Stenosis (kelainan usus yang terburai keluar), yang dialaminya sejak lahir. Kini, Tegar hanya bisa pasrah di dalam gendongan ibunya, dan terkadang harus menjerit menangis akibat menahan sakit, jika terjadi kontraksi pada ususnya yang masih di luar perut.
“Perawatan saat ini, hanya membersihkan pakai air infus menggunakan tisu basah yg steril, dan ditutup kassa steril supaya tidak mudah terinfeksi bakteri,” ujar Ela (ibunda tegar) didampinggi suaminya.
Diceritakan Ela, dia dan suaminya telah berupaya mengobati sang buah hati mulai dari pembuatan kartu PBI dari BPJS hingga pengobatan juga sudah dilakukan mulai dari RS Handayani tempat sang anak, awal dirawat hingga di rujuk ke Rumah Sakit Abdoel Moeloek Bandarlampung guna mendapatkan pelayanan pengobatan lebih lanjut.
Operasi pertama pemotongan usus yang terburai, dan semua pembiayaan menggunakan BPJS. Namun, pasca operasi pertama, tidak semua obat ditanggung BPJS.
“Tidak semua obat pak, ada yang hanya ditanggung pada saat dirumah sakit, kalau sudah habis kita disuruh beli sendiri dan ada obat yang memang harus kita beli sendiri atas perintah dokter,” tuturnya.
Rencananya, lanjut Ela, Tegar akan menjalani Operasi Lanjutan, pada 16 Oktober mendatang untuk melakukan penyambungan dan memasukan usus yang masih terputus dan timbul di luar.
Namun untuk itu ia harus menyiapkan uang sejumlah 4 juta rupiah karena untuk hal ini di luar tanggungan BPJS.
“Kata dokternya,kalau operasi biasa menggunakan BPJS, tetapi untuk selang operasi tidak ditanggung karena kemungkinan akan timbul kebojoran didalam, karena usus tegar cuma dijahit,” keluhnya. (Iswan/Yoan/Juanda)









