oleh

Bocah Dengan Usus Terburai, Menanti Uluran Tangan

Harianpilar.com, Lampung Utara – Badan Pelayanan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan ternyata belum sepenuhnya mampu menjawab kebutuhan masyarakat miskin untuk mendapatkan layanan kesehatan yang baik.

Ini terlihat dari apa yang dialami Tegar, bocah kecil putra pasangan M.Nasir (41) dan Ela (37), warga Kelurahan Tanjung Senang, Kecamatan Kotabumi Selatan, Lampung Utara (Lampura) yang menderita penyakit usus terburai kesulitan mendapat pelayanan medis yang baik, akibat BPJS tidak mengakomidir obat yang dibutuhkan. Sementara, keluarga bocah malang ini tidak memiliki cukup uang untuk menembus keperluan operasi.

Tegar kini hanya bisa pasrah dengan penyakit stenosis (kelainan usus yang terburai keluar) yang dideritanya.

Didalam dekapan gendongan ibunya, terlihat Tegar meringis kesakitan ketika terjadi kontraksi pada ususnya yang masih diluar perut.

“Perawatan saat ini, hanya membersihkan pakai air infus menggunakan tisu basah yang steril, dan ditutup kassa steril supaya tidak mudah terinfeksi bakteri,” ujar Ela didampinggi suaminya, saat berbincang dengan Harian Pilar yang berkunjung ke kediamannya, Kamis (1/10/2015).

Ela dan suaminya telah berupaya mengobati sang buah hati, mulai dari pembuatan kartu PBI dari BPJS hingga pengobatan juga sudah dilakukan mulai dari RS Handayani tempat sang anak awal dirawat hingga di rujuk ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSUAM) di Bandar Lampung guna mendapatkan pelayanan pengobatan lebih lanjut. Operasi pertama pemotongan usus yang terburai sudah dilakukan, dan semua pembiayaan menggunakan BPJS. namun, pasca oprasi pertama itu, tidak semua obat ditanggung BPJS. “Tidak semua obat pak, ada yang hanya ditanggung pada saat dirumah sakit, kalau sudah habis kita disuruh beli sendiri dan ada obat yang memang harus kita beli sendiri juga atas perintah dokter,” tuturnya.

Rencananya, lanjut Ela, Tegar akan menjalani Operasi Lanjutan, pada 16 Oktober mendatang untuk melakukan penyambungan dan memasukan usus yang masih terputus dan timbul diluar. Namun untuk itu ia harus menyiapkan uang sejumlah Rp4 juta rupiah untuk membiayai  obat diluar tanggungan BPJS.

“Kata dokternya, kalau oprasi bisa menggunakan BPJS, tetapi untuk selang operasi tidak ditanggung karena kemungkinan akan timbul kebojoran didalam, karena usus tegar cuma dijahit,” keluhnya.

Ela menceritakan, berbagai upaya sudah dilakukan untuk kelanjutan pengobatan anak bungsunya itu, bahkan Kepala Desa (Kades) Tanjung Senang yang akan membantu dengan mambuatkan proposal bantuan dana tidak mampu ke Pemerintah Daerah (Pemda) Lampura. Naas, saat sedang membawa proposal itu, Ela mendapat informasi Kades mengalami kecelakaan beserta istri. Dan proposal itu belum sempat disampaikan ke Pemda Lampura.

“Kami cuma pasrah dan berdoa untuk kondisi anak kami sekarang, karena tinggal menunggu dana saja untuk biaya operasi lanjutan,” terangnya.

Untuk itu,Ela sangat berharap, adanya uluran tangan dari Pemerintah guna membantu biaya tegar.”Semoga Allah SWT memberikan kekuatan dan keselamatan kepada Tegar atas penderitaan yang dialaminya, serta umur panjang,” tutupnya. (Iswanto/Yoan/Budi)