Harianpilar.com, Tanggamus – PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Ranting Kota Agung menyatakan bahwa pada awal tahun 2016 mendatang seluruh wilayah Kabupaten Tanggamus dipastikan terang benderang, dan tidak akan ada lagi byarpet.
Masalah devisit tegangan listrik akibat tidak maksimalnya penyuplaian energi listrik, karena jarak Gardu Induk (GI) ke Tanggamus, segera teratasi, dengan mulai beroperasiny GI Waysom, Pekon Kota Agung Kampung, Kecamatan Kota Agung, Tanggamus, yang berkavasitas energi listrik 150 Kilo volt (Kv).
Manager PT PLN Ranting Kota Agung Hendri Donald Silaen, mengatakan target awal tahun 2016 Tanggamus sudah terang benderang, pengerjaan GI Waysom sudah memasuki tahap penarikan jaringn transmisi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) (Stringing), dari Pagelaran-Pekon Tanjung Anom, Kecamatan Kota Agung Timur. Dan juga tidak ada lagi kendala yang dihadapi PLN, seperti pembebasan lahan warga yang di lalui Sutet juga telah selesai. “Pengerjaan penarikan transmisi sutet untuk GI Waysom Kota Agung, sudah mulai lagi dari awal bulan lalu, dari Pagelaran sampai Pekon Tanjung Anom, melihat pengerjaan ini, ditargetkan awal tahun depan sudah beroperasi GI Waysom Kota Agung, dan masyarakat Tanggamus sampai ujung wilayah barat, seperti Kecamatan Semaka, dapat menikmati tegangan listrik normal tidak byarpet lagi, dan terang benderanglah,” katanya, Selasa (29/9/2015).
Menurut Hendri selama ini masalah drop atau devisit tegangan listrik di wilayah PLN ranting Kota Agung, salah satu penyebabnya karena terlalu jauhnya pendistribusian energi listrik, yaitu dari GI Pagelaran Pringsewu ke Kota Agung, sehingga dengan kondisi ini energi listrik yang sampai ke konsumen terutama di jam pemakaian puncak tegangannya sangat rendah atau drop, sehingga terkadang terjadi byarpet karena untuk membagi tegangan listrik. Untuk mengatasi masalah tersebut, selama ini PLN Kota Agung telah berupaya dengan mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Wonosobo. “Nah apabila GI Waysom telah beroperasi, maka problem dropnya penyuplaian atau pendistribusian energi listrik akan teratasi, dan konsumen dapat menikmati tegangan listrik yang normal, begitu juga dengan pemasangan baru walaupun di pelosok dapat direalisasikan,” ujarnya.
Hendri menambahkan, tidak hanya konsumen yang diuntungkan , namun PLN juga diuntungkan, karena energi listrik yang di distribusikan ke PLN Kota Agung ini akan terjual utuh, sebab tidak terbuang seperti selama ini, karena jauhnya GI. “Saya umpamakan kalau kita jual air dua ember, selama ini yang sampai ketujuan hanya satu, bahkan setengah ember saja, tapi dengan dekatnya GI, yaitu di Kota Agung ini, maka energi listrik yang saya ibaratkan dua ember air tadi, akan terjual pul dua ember itu, disini kita sudah mengatasi kerugian selama ini,” imbuhnya.
Sementara itu masyarakat Tanggamus khususnya Kota Agung sangat mengapresiasi PT PLN yang telah memulai lagi pengerjaan transmisi Sutet untuk GI Waysom Kota Agung, karena bagi masyarakat tegangan listrik yang normal sangatlah diidam-idamkan. “Kami sebagai masyarakat yang juga sebagai konsumen PLN, sudah lama mengidamkan pembangunan GI Waysom Kota Agung selesai dan beroperasi, dan kami dapat menikmati listrik yang normal, memang saat ini sudah lumayan, tidak sering lagi byarpet, tapi dengan beroperasinya GI tentunya tegangan semakin bagus, dan juga investor atau pengusaha tertarik menanamkan modalnya disini,” kata Rizal warga Kota Agung. (imron/joe)









