Harianpilar.com, Lampung Utara – Unit Resmob kepolisian resort Lampung Utara (Lampura) mengamankan tiga orang yang diduga sebagai pelaku perampokan di Toko Tri Sumber Makmur, kemarin (27/9/2015). Dua diantaranya menderita luka tembak, menurut petugas pelaku mencoba kabur saat dilakukan pengejaran.
Ketiganya adalah, Rahmat (25) warga Desa Candimas, Abung Selatan, Lampung Utara, Sudaryanto (24) warga dusun Telaga Sari, Desa Wonomerto, Kotabumi Utara, Lampung Utara dan Aldo Dinata (15) warga Jalan Simpang Saprodi, Gang Sripendowo, Abung Selatan.
Kasat Reserse dan Kriminal Polres Lampung Utara, Iptu Supriyanto menerangkan ketiganya diamankan dikediamannya masing-masing. Awalnya polisi mendapatkan informasi, keberadaan seorang tersangka, Sudaryanto berada di tempat kerabtanya di daerah Kembang Tanjung, Abung Selatan. “Dia ditangkap saat sedang ngobrol,” kata Supriyanto.
Kemudian, lanjut Supriyanto, dikembangkan dengan pengakuan sementara dari Sudaryanto alias Rian. Ia melakukan perampokan tidak sendiri melainkan dengan dua rekannya yang lain. “Selanjutnya kami amankan Rahmat dan Aldo dikediamannya masing-masing,” katanya.
Rahmat dan Sudaryanto, tersangka tertembak di kakinya, oleh polisi. Pasalnya ketika akan dilakukan penangkapan, keduanya berusaha melarikan diri. “Sudah kami berikan peringatan, tapi tetap tidak diindahkan, kami lumpuhkan di kakinya,” ujar Supri.
Rahmat dilumpuhkan di kaki kirinya. Sedangkan, Sudaryanto dilumpuhkan di paha dan kaki kanannya. Sementara itu salah satu tersangka yang diduga pelaku perampokan di Toko Tri Sumber Makmur, Aldo Dinata (15) masih berstatus pelajar. “Saya masih sekolah di salah satu sekolah SMK swasta di Kotabumi,” kata Aldo, saat diperiksa Polisi,
Aldo mengaku, saat itu dirinya diajak oleh Sudaryanto untuk ambil uang, namun tidak menjelaskan detil lokasinya. Sesampainya dilokasi, Aldo menunggu diluar sedangkan Sudaryanto masuk bersama dengan Rahmat. Setelah berhasil membawa kabur barang berharga, kemudian mereka langsung pergi kerumah Sudaryanto. “Saya kebagian uang Rp2,5 juta dan satu unit handphone,” katanya.
Uang hasil perampokan dipakainya untuk foya-foya, bahkan sempat ada yang dibelikan narkoba sabu-sabu seharga Rp100 ribu. “HP nya saya jual buat beli sabu,” kata dia. Sementara, Rahmat mengaku hanya diajak oleh Sudaryanto. Ia menceritakan, Selasa pagi, dirinya bertemu dengan Sudaryanto alias Rian dirumahnya. Pada menjelang magrib, ia diajak oleh pemuda bertubuh gempal itu ke Wonomerto untuk mengambil barang. Namun, ditengah perjalanan bukannya ke tujuan, laju kendaraan ke arah pasar Sentral, Kotabumi. “Saya sempat bertanya dengan Dia (Ryan) mau kemana kita?,” bebernya.
Pertanyaannya pun dijawab oleh Rian, akan mengambil uang alias merampok, di toko Tri Sumber Makmur. Setibanya dilokasi ia pun bersama dengan Sudaryanto masuk kedalam toko, kemudian menyekap kedua pegawai. “Saya todong pakai pisau saya, Sudaryanto todong pakai badik, dan mengikat kedua korban,” ujarnya.
Kemudian, mereka berdua langsung mengambil barang berharga, yang ada di laci meja antara lain lima unit HP, serta uang tunai Rp7,7 juta. “Setelah itu kami langsung kabur dengan naik motor milik Aldo,” katanya.
Sudaryanto mengaku telah melakukan perampokan, dan mengambil uang yang ada di toko Tri Sumber Makmur. “Uang dan HP dibagi tiga, Saya Rp 2,5 juta, Rahmat Rp 2,5 juta, dan Aldo Rp 2,5 juta. Sisanya untuk makan-makan,” jelasnya. (Iswan/Yoan/joe)









