oleh

Polres Dalami Kebakaran Hutan Gunung Rajabasa

Harianpilar.com, Lampung Selatan – Terkait kebakaran hutan di kawasan Gunung Rajabasa, Lampung Selatan, Jumat (18/9/2015) lalu, Polres Lamsel terus melakukan penyelidikan penyebab kebakaran hutan yang diketahui hutan milik warga dan bukan hutan register itu.

Dugaan sementara, kebakaran hutan di kawasan lereng Gunung Rajabasa yang masuk dalam daerah Dusun Pangkul Desa Sukaraja Kecamatan Rajabasa itu diduga kuat karena pengaruh musim kemarau yang melanda kawasan hutan tersebut.

“Belum ada kesimpulan untuk penyebabnya, bisa jadi karena puntung rokok warga yang kebetulan lewat atau datang kesana, apa lagi saat ini sedang musim kemarau,” kata Kapolres Lampung Selatan (Lamsel) AKBP Hengki, Senin (21/9/2015) di ruang kerjanya.

Hengki juga menambahkan, lahan hutan yang terbakar pada Jum’at malam itu kurang lebih sekitar 1 hektare. Dan saat ini pihaknya sedang mendalami atas peristiwa kebakaran hutan tersebut.“Saat ini kita masih mencari informasi dengan memintai keterangan beberapa saksi. Tapi untuk korban tidak ada, karena itu lahan kosong,” tambahnya.

Sementara itu menurut Kapolsek Kalianda AKP Heti Patmawati mengungkapkan, faktor kemarau diduga kuat menjadi penyebab utama terbakarnya kawasan hutan itu.

Dan menurutnya, belum ditemukan bukti yang mengarahkan bahwa kebakaran itu dikarena unsur kesengajaan dari oknum yang tidak bertanggungjawab.“Kalau mau berasumsi penyebabnya tidak bisa juga. Sekarang ini kita sudah menanyai keterangan satu orang saksi untuk meminta keterangan, apa , penyebabnya kebakaran ini. Kalau pun dari puntung rokok, rokoknya siapa,” katanya.

Dia juga menjelasakan, pihaknya mendapatkan laporan itu sekitar pukul 19.30 WIB. Sedangkan lahan yang terbakar merupakan lahan perkebunan kakao milik warga setempat.

“Setelah mendapatkan laporan kita langsung meluncur bersama dengan pihak pemadam kebakaran. Dibantu warga, api pun akhirnya dapat dipadamkan,” jelasnya.

Kepala Dinas Kehutanan Lampung Selatan Priyanto Putro mengatakan hutan yang terbakar tersebut merupakan hutan milik warga, bukan hutan kawasan register 3 gunung Rajabasa.

“Hutan yang terbakar berada di lereng gunung Desa Sukaraja, Rajabasa. Bukan hutan kawasan,” ujarnya kepada tribunlampung, Senin (21/9/2015).

Luas hutan yang terbakar, lanjutnya, tidak banyak. Sebab api yang membakar hutan segera padamkan oleh warga dan dibantu mobil pemadam kebakaran dari BPBD Lampung Selatan.

“Kalau luas pastinya saya belum mendapatkan laporan. Tapi tidak lebih dari 1 hektare,” terang Priyanto Putro. (Saipul/Juanda)