oleh

Petani Pugung dan Bulok Tetap Tanam Padi

Harianpilar.com, Tanggamus – Para petani padi di Kecamatan Pugung dan Kecamatan Bulok masih bertahan dengan bercocok tanam padi dan enggan untuk beralih ketanaman lainnya. Padahal, dua Kecamatan tersebut adalah Kecamatan dengan kekeringan yang cukup parah hingga berdampak pada Puso, akibat musim kemarau panjang.

Kepala Kantor Ketahanan Pangan (KKP) Kabupaten Tanggamus Suhartono mengatakan, enggannya para petani beralih tanam dan masih bertahan pada tanaman padi, karena kondisi kekeringan yang terjadi dianggap belum sampai pada kondisi ekstrem, dimana tidak ada sama sekali petani yang berhasil memanen padinya. “Kalau secara makro aman dan memang ada beberapa individu yang mengalami gagal panen.Total panen musim ini di Tanggamus 39.857 hektar sementara yang gagal panen di Kecamatan Pugung 169 hektar. Dan secara keseluruhan  dalam sekali panen mencapai 79 ribu ton gabah, dengan adanya kekeringan ini loss nya sebesar 10 persen atau 845 ton beras sehingga tidak terpengaruh sebab kebutuhan nasi kita dalam satu tahun 66 ribu ton,” kata Suhartono, Minggu (20/9/2015).

Gagalnya panen lanjut Suhartono, bukan karena faktor kekeringan saja, tetapi ada faktor lain yang menyertai, seperti serangan hama tikus.”Musim kemarau ini rupanya hama tikus semakin banyak yang juga mempengaruhi hasil. Dan berdasarkan dialog saya dengan petani di Pugung, mereka masih bertahan untuk tetap menanam padi,” ujarnya.

Ia menambahkan jika, petani bisa saja beralih ketanaman lain yang lebih sedikit memerlukan air seperti palawija serta umbi-umbian.” Ya, bisa saja itu, sebab selain tidak membutuhkan banyak air, ini juga dapat mendukung keanekaragaman bahan pangan,” ucapnya.

Ia juga merasa yakin kalau kemarau yang terjadi disebagian wilayah Bumi Begawi Jejama ini akan segera berakhir.”Tanggamus masih banyak air yang kekeringan hanya Pugung dan Bulok, saya memprediksi jika el nino tidak akan lama lagi paling tidak Oktober sudah hujan, lihat saja dalam beberapa hari terakhir Kotaagung hujan, begitu juga daerah lain meskipun intensitasnya kecil,” pungkasnya. (imron/joe)