oleh

Hutan Karet, Rumah Warga dan Pasar Liwa Terbakar

Harianpilar.com, Lampung Barat – Sehari, setidak tiga tempat terjadi kebakaran diwilayah Lampung Barat. Selain belasan toko milik pedagang di Kelurahan Pasar Liwa, di Simpang Seranggas, Kecamatan Balik Bukit, Lampung Barat, terbakar. Sijago merah juga menghanguskan belasan ribu batang karet, seluas 50 hektar, di areal hutan marga di Pekon Ringinjaya, Bandarnegeri Suoh, Lampung Barat, Sabtu (19/9/2015).

Dipasar liwa, api dimulai pulul 12.00. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu namun sejumlah harta benda tidak bisa diselamatkan karena api begitu cepat membesar dan menjalar ke bangunan lain. Api diduga berasal dari toko sepatu paling pojok milik Samsu.

Api begitu cepat menjalar ke bangunan di sekitarnya karena saat kebakaran banyak angin serta di bagian samping terdapat toko pakaian sehingga api langsung merambat membentuk seperti leter V. “Dari tiga rumah yang terbakar pertama tidak ada barang yang bisa diselamatkan,” kata Yoni (40), warga setempat.

Upaya pemadaman pertama dilakukan warga sekitar dibantu 12 mobil milik penjual air keliling. Sementara mobil pemadam kebakaran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) baru tiba di lokasi setelah tiga rumah ludes.

Warga Kesal

Untuk menghindari amuk massa karena keterlambatan petugas pemadam tersebut, sejumlah petugas polisi langsung mengamankan situasi. Api baru bisa dijinakan satu jam kemudian setelah masyarakat bersama mobil penjual air keliling, pemadam kebakaran dan mobil PDAM bekerja keras. Hingga pukul 15.30, petugas masih berada di lokasi untuk memastikan api sudah benar-benar padam.

Jumlah toko terbakar mencapai 12 buah terdiri dari di bagian depan toko onderdil sepeda motor milik Azwan, dua rumah milik Kusairi yang dikontrak pedagang pakaian, dua rumah milik kakak Azwan yang juga dikontrak dua pedagang pakaian. Kemudian dari pojok depan ke arah samping rumah milik Rizal tujuh pintu dikontrak pedagang sepatu (Samsu) 2 pintu, tukang cukur, pedagang manisan, pedagang sepeda dan toko cincin batu akik milik Rizal sendiri.

Sejumlah warga setempat saat kejadian sempat menyesalkan keterlambatan petugas pemadam yang baru tiba setelah tiga rumah ludes. “Kalau mobil pemadam itu datang cepat tidak mungkin bangunan yang terbakar sampai sebanyak ini,” kata warga di lokasi kebakaran.

Kebun Karet Terbakar

Kebakaran hutan marga di Pekon Ringinjaya, Bandarnegeri Suoh, Lampung Barat, Sabtu (19/9/2015), menyebabkan sekitar 11.500 batang tanaman karet milik warga ikut terbakar. Api yang membakar sekitar 50 Hektare hutan marga termasuk tanaman karet itu berasal dari warga yang membuka lahan dengan cara dibakar.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Barat Maidar, Minggu (20/9/2015), saat dihubungi melalui sambungan telepon mengatakan titik api berada di hutan marga. Akibat kebakaran itu, luas hutan termasuk kebun karet milik warga setempat yang terbakar mencapai 50 Hektare.

Menurut laporan masyarakat sekitar, kejadian kebakaran hutan marga itu berlangsung sejak Jumat (18/9/2015) sekitar pukul 19.00. Api dapat dijinakan pada Sabtu pukul 22.00. Upaya pemadaman dilakukan oleh masyarakat Pekon Ringinjaya dan Pekon Negerijaya dibantu aparat keamanan dari Polsek subsektor Suoh dan Belalau Belalau.

Warga yang yang diduga membuka lahan dengan cara dibakar itu kini telah diamankan aparat Polsek Belalau untuk dimintai keteranganya guna mempertanggungjawabkanya. Untuk memastikan apakah titik api di lokasi kebakaran itu sudah benar-padam, pihaknya bersama aparat Polres, Kodim bersama masyarakat sejak pukul 07.00hingga 09.15, Minggu (20/9/2015), melakukan penyisiran kembali ke setiap titik api yang masih terlihat mengeluarkan asap. Kemudian melakukan penyiraman hingga api benar-benar padam. (nt/lp/joe)