oleh

Lampung Selatan Belum Periksa Hewan Qurban

Harianpilar.com, Lampung Selatan – Jelang Haria Raya Idul Adha, pedagang hewan Qurban sudah menjamur sejak dua pekan yang lalu. Ironisnya, Dinas Peternakan Kabupaten Lampung Selatan belum bereaksi memeriksa kesehatan hewan Qurban. Dians baru akan bergerak pada H-7 atau 17 September mendatang. Padahal, pemeriksaan hewan Qurban penting, karena hewan qurban harus memenuhi syarat menurut ajaran Islam.

Nasir (43), warga Kalianda, salah seorang pembeli hewan Qurban  mengatakan, saat dia membeli hewan Qurban itu, tidak terlihat satupun petugas peternakan yang melakukan pengecekan kesehatan hewan. Justru ia mengaku, membeli hewan Qurban berdasarkan tampilan kondisi fisik hewan itu saja tanpa mengetahui kondisi kesehatan hewan. “Kita tidak tahu apa sehat dalamnya. Yang penting tampilan hewan tersebut, sudah sesuai menurut ajaran agaman islam dalam hal ini untuk digunakan sebagai hewan Qurban,” katanya, Selasa (15/9) disalah satu lokasi penjualan hewan Qurban.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Keswan dan Kasmavet Dinas Peternakan Kabupaten Lampung Selatan, Drh Agung Kusmiartuti mengakui bahwa, pihaknya sudah memiliki langkah “jitu” untuk mengantisipasi hewan Qurban yang sudah terlanjur dibeli masyarakat sebelum adanya pemeriksaan.

Yaitu, kata Dia, dengan cara dengan melakukan pemeriksaan ante-mortem dan pos-mortem atau memback-up di masjid-masjid sebagai lokasi tempat pemotongan hewan Qurban itu. “Kami sudah memperhitungkan itu, makanya kami akan menggerahkan seluruh petugas peternakan puskeswan di seluruh kecamatan untuk memantau dan melakukan pengecekan ante-mortem dan pos-mortem di lokasi pemotongan,” katanya, Selasa (15/9/2015).

Agung juga menambahkan, pada H-7 nanti, pihaknya akan melakukan pengecekan hewan Qurban mulai dari tingkat penampung hingga kepenjual/pedagang hewan Qurban di Kabupaten Lampung Selatan. “Sebenarnya, surat himbauan untuk pengecekan kesehatan hewan ini sudah kita berikan dua minggu yang lalu kepada seluruh pedagang, ini agar hewan-hewan Qurban itu dapat dicek kesehatanya pada H-7 nanti. Termasuk, melakukan pengecekan hewan Qurban yang sudah dipotong,” katanya.

Agung mengakui, hingga saat ini dinas peternakan belum menerima laporan terkait adanya temuan hewan Qurban yang tidak memenuhi syarat dan kriteria hewan Qurban yang diperjual-belikan pedagang. “Sejauh ini belum ada laporan untuk itu. Pada saatnya nanti, kami akan lebih intensif melakukan pengecekan,” kilahnya. (saiful/*)