oleh

Evaluasi Harga Tiket Lampung Fair 2015

Harianpilar.com, Bandarlampung – Tiket masuk ajang pesta rakyat tahunan yang dikemas dalam konsep Lampung Fair 2015, dirasakan sejumlah warga Bandarlampung masih memberatkan. Betapa tidak, tarif tiket yang tetapkan panitia sebesar Rp15 ribu dinilai sangat memberatkan pengunjung.

Salah seorang pengunjung Lampung Fair, Pariyani (33) warga Kelurahan Waydadi, Kecamatan Sukarame, Bandarlampung mengatakan, tarif  Lampung Fair sebesar Rp15 ribu/orang sangat memberatkan.

“Ya pasti memberatkan lah, soalnya kalau satu orang harus membayar 15 ribu, jika bersama dengan anak-anak kan jumlahnya cukup besar juga. Seharusnya harga tiket masuk harus disesuaikan dengan kondisi krisis sepereti saat ini,” harapnya, saat dihubungi via telepon, Minggu (6/9/2015) malam.

Sementara, Gubernur M. Ridho Ficardo meminta ke depan panitia penyelenggara mengevaluasi harga tiket masuk Lampung Fair. Diharapkan harga tiket masuk pameran terbesar di Lampung ini tidak memberatkan masyarakat. Sehingga ajang tahunan dapat dinikmati seluruh masyarakat.

“Konsep Lampung Fair adalah pesta rakyat. Acara ini dahulu merupakan pameran pembangunan yang digelar dalam rangka HUT Proklamasi. Diharapkan harga tiket masuk tidak mengurangi minat masyarakat ” kata Ridho ketika membuka Pameran Lampung Fair, Sabtu (5/9/2015) malam, di PKOR Way Halim.

Gubernur juga menyorot prestasi Marching Band Gita Praja Saburai. Marching Band milik Pemprov ini mampu mendulang prestasi pada era 90an. Diharapkan ke depan Gita Praja Saburai dikelola profesional dan terus memperbaiki performanya. Sehingga dapat sejajar dengan Marching Band lainnya.

Orang nomor satu di Lampung itu, juga menilai perkembangan sektor industri yang tertinggal menyebabkan ketimpangan ekonomi. Untuk itu Pemprov Lampung menargetkan pembangunan sektor industri. Yaitu Pengembangan kawasan industri maritim (KIM) di Tanggamus, kawasan industri baru di Lampung Selatan, serta kawasan industri yang terpadu dengan pembangkit listrik dan pelabuhan di Mesuji.

Selain itu dilakukan peningkatan sektor pengolahan  agroindustri yang berbasis masyarakat. Yakni melalui penguatan produktivitas UMKM dengan fasilitasi perkuatan modal. “Untuk meningkatkan akses permodalan UMKM, saat ini tengah diproses penyusunan Peraturan Daerah Pengembangan Perusahaan Penjamin Kredit Daerah (Perda PPKD). Diharapkan dalam waktu dekat akan disahkan oleh DPRD Provinsi Lampung,” kata gubernur.

Untuk itu Pemprov berupaya melakukan berbagai kegiatan. Mulai dari Pembinaan manajemen, temu usaha, dan even-even untuk mempromosikan produk-produk UMKM, termasuk di dalamnya perlindungan terhadap pasar tradisional. Selain itu menciptakan iklim investasi daerah yang kondusif melalui Perizinan yang cepat dan transparan dan dukungan stabilitas keamanan dan penegakan hukum.

Gubernur juga mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif  mewujudkan pertumbuhan ekonomi  dan pembangunan daerah.

“Di masa datang, diharapkan Lampung menjadi suatu kekuatan baru di Sumatera pada khususnya dan Indonesia umumnya,” harap Ridho.

Sementara itu Asisten Bidang Ekbang dalam laporan menjelaskan, rangkaian kegiatan antara lain : Pameran Pembangunan, Pameran produk BUMN/BUMD, Pameran produk kerajinan hasil industri kreatif daerah/UMKM, Pagelaran seni dan budaya daerah, Pameran sumber daya alam dan Pariwisata.

Tanggal 19 September 2015 akan dilaksanakan Pawai Kendaraan Hias dimulai pukul 13.30 Wib dari start Mahan Agung  dan finish di  PKOR Way Halim. Pengumuman terhadap hasil penilaian stand pameran terbaik dan pawai kendaraan hias terbaik akan dilaksanakan pada saat acara penutupan Lampung Fair 2015. Yaitu pada tanggal 20 September 2015 pekan depan. (Fitri/Juanda)