oleh

23 Calon Jamaah Haji Tanggamus Batal Berangkat

Harianpilar.com, Tanggamus – Sebanyak 23 Calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Tanggamus harus diundur keberangkatannya karena keterlambatan visa. Mereka yang belum menerima visa, terpaksa ditinggal rombongan Tanggamus. Jemaah yang visanya terlambat sebagian besar adalah pasangan suami-istri, karena ingin berangkat bersama.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Tanggamus Hi. M. Yusuf mengatakan, keterlambatan jadinya visa sudah menjadi masalah nasional, bukan hanya menimpa jemaah Tanggamus. Namun Menteri Agama Lukman Hakim telah bertanggungjawab dan keputusannya tetap memberangkatkan jemaah.  “Sebab kewajiban mereka seperti pelunasan biaya haji sudah dilakukan, tinggal menunggu selesainya pencetakan visa,” kata Yusuf, kemarin (25/8/2015), usai seremonial pelepasan haji di Pekon Wayjaha, Kecamatan Pugung.

Keterlambatan visa bisa terjadi, lanjutnya, dampak dari kebijakan Pemerintah Arab Saudi yang memberlakukan manifestasi elektronik. Dari sistem itu terjadi perubahan daftar manifes jemaah. Apabila ada satu daftar berubah maka data lainnya akan berubah pula hingga berdampak pada visa yang terlambat cetak. “Dijadwalkan jemaah yang terhambat visa, akan berangkat pada 30 Agustus mendatang, tergabung dengan Kloter 15. Meski beda kloter tapi tetap bisa diberangkatkan,” terang Yusuf.

Jemaah Tanggamus sendiri tergabung dalam Kloter 8 yang nantinya digabung dengan sebagian jemaah Bandarlampung. Semula kuota jemaah Tanggamus 190 jemaah, namun karena berkurang 23 maka keberangkatan yang saat ini hanya 167 orang. Dari jumlah tersebut terdiri 79 jemaah laki-laki dan 88 jemaah perempuan. Jemaah tertua bernama Matyani, warga Kecamatan Talangpadang dengan usia 91 tahun dan jemaah termuda Mutlihah asal Kecamatan Sumberejo dengan usia 35 tahun.

Setelah jemaah dilepas dari kabupaten, mereka menuju Asrama Haji Rajabasa, Bandarlampung. Di sana mereka akan menerima paspor, visa, dan kelengkapan identitas lainnya serta leaving cost. Kemudian menginap semalam dan baru akan diberangkatkan ke Jakarta pada Rabu (26/8/2015) berlanjut pemberangkatan ke Arab Saudi. Nantinya jemaah asal Tanggamus dijadwalkan tiba dulu di Madinnah dan tinggal di sana delapan hari. Setelah itu barulah ke Mekkah untuk melaksanakan rangkaian ibadah haji.

Sementara itu Bupati Tanggamus, Hi. Bambang Kurniawan yang melepas jemaah berpesan agar jemaah dapat menjaga kesehatan selama di tanah suci. Sebab untuk menjalankan rangkaian ibadah haji, diperlukan fisik yang kuat. Terlebih saat ini di Mekkah sedang musim panas dengan suhu antara 45-47 derajat. Utamakan mengkonsumsi air minum untuk menghindari dehidrasi.  “Istirahat yang cukup, olahraga ringan, perbanyak minum. Nantinya di Masjidil Harom disiapkan air zam-zam dengan gelas jadi jangan bawa botol lagi. Dan kepada jamaah yang muda supaya membantu jemaah yang lebih tua, jangan sampai tersesat atau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Atas nama pemkab, semoga semua jemaah mendapat haji mabrur dan selamat kembali,” tutur Bambang. (Roni/Joe)