oleh

Jalur Mudik Soetta Terancam Gelap

Harianpilar.com, Bandarlampung – Dinas Bina Marga Provinsi Lampung sampai saat ini belum bisa memastikan lampu jalan Bypass Soekarno-Hatta (Soetta) yang merupakan jalan utama arus mudik bisa menyala.

Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Lampung Budhi Darmawan mengatakan, untuk lampu jalan Baypass dan Tegineneng, belum bisa memastikan sudah bisa hidup atau belum jelang hari raya mendatang.

“Kita masih berkodinasi dengan PPK untuk penerangan di jalan Baypass, untuk penerangan yang dibuat secara pararel, untuk tahun ini belum bisa kami pastikan bisa digunakan atau belum,” jelasnya saat ditemui di kantor gubernur Lampung, Kamis (2/7/2015).

Menurutnya, sampai saat ini masih mengalami kendala akan segera melakukan penyambungan kabel listrik di area lampu jalan Soetta, agar menjelang datangnya arus mudik nanti lampu jalan dapat berfungsi secara maksimal.

“Tapi kami sampai saat ini belum bisa mematikan menyala karena masih ada beberapa kendala, tapi kita usahakan,” terangnya.

Budhi menjelaskan, melalui instruksi Menteri BUMN beberapa waktu lalu Pemprov Lampung akan segera menghidupkan lanpu jalan utama tersebut.

Sedangkan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung Idrus Efendi menjelaskan, untuk menghadapi arus mudik tahun ini baik Dishub dan PU terus berupaya bebenah untuk memperbaiki semua lajur jalan yang akan dilalu para pemudik.

“Baik lampu jalan, rambu-rambu nanti semua akan kita benahi, mudah-mudahan semua bisa diselesaikan dalam waktu dekat ini. Dengan penyambungan arus listrik secara pararel ini diharapkan agar pada malam hari lampu jalan tersebut bisa menyala lebih maksimal,” katanya.

Sebelumnya anggota Komisi IV Watoni DPRD Provinsi Lampung Watoni Nurdin mengatakan, DPRD Provinsi Lampung akan mendorong semua pihak terkait guna bisa mencari jalan keluar, sehingga lampu penerangan jalan Bypass bisa menyala sebelum Ramadan tiba.

“Kita akan mendorong agar lampu itu sebelum Ramadan bisa hidup, kita akan undang PLN, PU, Pemkot, dan Dinas Bina Marga. Tentunya melalui komisi yang membidanginya. Karena ini menyangkut kepentingan orang banyak,” katanya. (Fitri/JJ)