oleh

Daerah Perbatasan Lampung Rawan Bentrok

Harianpilar.com, Bandarlampung – DPRD Provinsi Lampung khususnya Komisi I berharap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung dan Pemerintah Daerah (Pemda) bisa lebih bijak menyelesaikan masalah bentrok warga dan harus sering turun ke lapangan, khususnya di daerah-daerah kabupaten untuk mengawasi pembangunan dan juga masyarakatnya.

“Ini sebenarnya masalah sepele karena jalan seharusnya tidak perlu sampai memakan korban seperti itu. Kami anggota DPRD khususnya dapil Tubaba akan membentuk tim untuk meninjau lokasi dan kita akan berusaha untuk mendamaikan dua desa tersebut, kita harap jangan sampai berkepanjangan ini bisa lebih parah lagi,” ungkap Anggota Komisi I DPRD Provinsi Lampung Azwar, Selasa (23/6/2015).

Ia menilai, masyarakat Lampung sangat rentang sehingga mudah terjadi bentrok, ini harusnya sudah dijadi perhatian khusus Pemprov agar ke depan tidak terjadi lagi. Selain itu pihak kepolisian juga harus bisa lebih waspada, seharunya di tempat – tempat terpelososok pos polisi harus ada.

“Memang Lampung masih kurang personil kepolisian tapi bagaimana caranya agar keamanan tetap terjaga,” jelas politisi Gerindra itu.

Ditegaskannya, jika daerah perbatasan sangat rentang terjadinya bentrok, karena di masa sulit seperti ini masayarat yang berada di daerah yang sangat merasakannya. Selain itu di daerah – derah yang masih dianggap rawan konflik harusnya pihak keamanan bisa lebih waspada agar bisa menindeksi masalah seperti, pemerintah juga harus bisa lebih cepat dalam mencari solusi jalan damai.

sebelumnya diketahui bentrok antara kelompok massa dari Desa Sungai ceper Kabupaten Ogan Komering ilir dengan kelompok massa Sungai Buaya yang mengakibatkan satu warga tewas dan satu orang kritis.

Sampai saat ini sejumlah warga masih berjaga – jaga dengan senjata lengkap. Situasi di wilayah Mulya Asih kawasan Hutan Register 45 Sungai Buaya Kabupaten Mesuji masih belum kondusif. (Fitri/JJ)