oleh

Petani Singkong Nyapah Terancam Gagal Panen

Harianpilar.com, Tulangbawang Barat – Petani singkong lahan basah (nyapah), di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) dilanda keserahan pada saat memasuki musim penghujan.
Genangan genangan air hujan dapat mengakibatkan singkong layu yang kemudian mati.

Memasuki cuaca penghujan dalam beberapa hari belakangan para petani singkong kebanyakan merasakan kegembiraan karna tanaman singkong mereka disirami hujan. Akan tetapi hal tersebut berbanding terbalik dengan patani singkong lahan basah yang justru dilanda keresahan akibat tingginya cura hujan belakangan ini.

Beberapa petani singkong Nyapah yang ada di Kabupaten Tubaba mengaku sangat resah dengan adanya cura hujan belakangan. Pasalnya mereka mencemaskan kebun singkong yang baru saja ditanam dalam beberapa minggu yang lalu. Hal yang paling merepotkan ialah mereka harus selalu memantau area setelah hujan turun, sebab banyak singkong yang hanyut ataw layu akibat terendam air.

Seperti dipaparkan oleh Salah seorang warga pengelola singkong Nyapah di Kecamtan Gunungterang yang menyatakan bahwa ia dan beberapa pengelola singkong Nyapah lainya sangat kerepotan dikala musim penghujan. “Selesai hujan kita harus kearea perkebunan, guna memeriksa keadaan singkong, barang kali ada yang sudah hanyut digerus air hujan ataw layu nantinya jika digenangi air”, kata dia Kamis 11/6/2015 dikediamanya Tiyuh Totomulyo Gunungterang.

Menurut Gunawan keresahan yang ia dan beberapa warga lainya rasakan bukan tanpa alsan, pasalnya selain modal dalam usaha tersebut yang lumayan, repot dalam pengawasan.juga menjadi masalah yang harus dicarikan solusinya.

“Soal biaya memang usaha apa yang tiddak ada biyayanya, namun kerepotan pemeliharaan ini yang hingga saat ini kami belum menemukam solusinya, jika mau kami buat pare/aliran irigasi tentunya memerlukan modal dalam angka yang pantastis.maka dari itu sementara waktu ya kami resah berjamaan saja ketika musim penghujan”, tuturnya. (Epri/JJ)