Harianpilar.com, Bandarlampung – Wakil Gubernur Lampung Bachtiar Basri secara tegas membantah jika pengunduran diri Robinsyah sebagai Kadis Pengairan dan Pemukiman Provinsi Lampung bukan karena adanya tekanan dari rekanan, melainkan sakit.
“Pak Robin murni karena sakit yang dideritanya, yang jelas bukan karena tekanan pihak ketiga, karena ini ada surat keterangan dari dr. Arifin Pohan spesialis pembuluh darah (jantung ), yang menjelaskan bahwa Robinsyah memang sakit diabetes dan kolesterol tinggi,” ujar Bachtiar, usai melantikan Kadis Pengairan dan Pemukiman Provinsi Lampung yang baru yakni Edarwan, di ruang kerjanya, Rabu (10/6/2015).
Dikatakannya, hasil keterangan surat dari dokter yang diterima, Robinsyah tidak diperkenankan bekerja dengan tingkat stres yang tinggi sehingga Robinsyah mengundurkan diri demi kesehatan karena harus membutuhkan istirahat yang total.
” Ini hasil dokter jadi saat ini pak Robin harus istirahat total, selain itu pak Robin juga meminta agar dirinya bisa ditempatkan dibagian staf di pemprov, karena dengan jabatan sebagai staf beliau bekerja tidak terlalu maksimal,” jelasnya.
Mantan bupati Tubaba itu menjelaskan, pelantikan Kadis Pengairan dan Pemukiman Provinsi Lampung dengan segera dilaksanakan karena Dinas Pengairan dan Pemukiman masih disibukkan dengan tender.
“Pelantikan ini disegerakan karena kita tahu pengairan dan pemukiman masih banyak yang tender karena kerusakan LPSE khusus APBD provinsi, alih tugas dalam suatu jabatan adalah hal yang lumrah,” terangnya
Menurut Bachtiar, sangat aneh jika PNS yang memegang jabatan jarang berpindah tempat tugas. Perpindahan jabatan amat diperlukan dalam upaya meningkatkan wawasan dan kompetensi Pegawai Negeri Sipil.
“Pejabat eselon II pastinya bergelar Sarjana, untuk itu dalam mengemban amanah sebagai pejabat jangan mengatakan kita akan pelajari seharusnya langsung berimprovisasi, yang membedakan pejabat yang Sarjana dengan bukan Sarjana adalah saat mengambil keputusan dia cepat dan tepat, saat ini Kadis yang baru bergelar doktor tentunya lebih cepat lagi,”ujar Wagub.
Wagub juga berharap di bawah kepemimpinan Edarwan Dinas Pengairan dan Pemukiman dapat melakukan langkah cepat dalam melaksanakan tugas. Ke depan berbagai program dan kegiatan pembangunan telah disusun. Untuk itu seluruh satuan kerja, terutama Dinas Pengairan dan Permukiman harus tanggap dan meningkatkan kinerjanya.
Sedangkan Kepala Dinas Pemukiman dan Pengairan Edarwan mengatakan, siap untuk menyelesaikan semua tugas yang sudah ada.
“Sebagai staf siap ditempatkan dimana saja, kita akan menjalankan tugas sebaik mungkin, apalagi Dinas Pengairan sudah mempunyai proses perancanaan untuk mempercepat pekerjaan, terkait hambatan akan kita selesaikan dan itu sudah biasa terjadi di setiap instansi,” terangnya. (Fitri/JJ)









