oleh

Ridho Percepat Pembangunan Lima Dermaga

Harianpilar.com, Bandarlampung – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terus berupaya untuk mendorong percepatan pembangunan lima dermaga baru di Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan. Sehingga kapasitas pelabuhan penyeberangan Bakauheni juga meningkat.

Gubernur Lampung, M. Ridho Ficardo, mengatakan, kapasitas pelabuhan penyeberangan Bakauheni tidak lagi memadai. Untuk mendukung program percepatan pembangunan kawasan industri Sumatra, pelabuhan menjadi salah satu elemen pendukung yang sangat penting.” Dalam waktu dekat ini kita akan menambah lima dermaga, pak Jokowi akan langsung meninjau lokasinya,” jelas Ridho saat ekspos kinerja Gubernur – Wakil Gubernur Lampung setahun pertama di Balai Keratun, Rabu (3/6/2015).

Ridho menjelaskan, strategi peningkatan kapasitasnya ini meliputi usaha meminimalkan port time, mempercepat sailing time dan dukungan kapal yang lebih cepat dan lebih besar.
Masterplan pembangunan kawasan pelabuhan Bakauheni ini segera ditindaklanjuti menteri BUMN dengan membentuk konsorsium BUMN. Nantinya, detail desain dan pembangunan sepenuhnya akan dikerjakan konsorsium BUMN.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Idrus Effendi, menambahkan, Dishub akan berkoordinasi dengan PT. ASDP untuk mengupayakan percepatan pembangunan dermaga itu,”Nanti akan kita koordinasikan dulu terkait penambahan dermaga, karena ini masih program pusat jadi banyak instansi lain nantinya yang akan terlibat, tapi kita harapkan semua bisa berjalan dan tepat waktu dalam pelaksanaannya,” jelas Idrus.

Sebelumnya dalam kunjungannya ke Provinsi Lampung Presiden Joko Widodo mengatakan, mega proyek Jembatan Selat Sunda tidak akan dibangun. Sebagai gantinya, jumlah dermaga di Pelabuhan Merak, Banten dan Pelabuhan Bakauheni, Lampung akan ditambah.

Akan ada lima dermaga akan ditambah di Pelabuhan Merak, dari Lima dermaga saat ini. Sementara untuk Bakauheni, akan ditambah Lima dermaga menjadi 10 dermaga. Penambahan dermaga dan modernisasi Merak-Bakauheni akan dilakukan oleh konsorsium BUMN.

Sedangkan modernisasi kapasitas angkut kapal juga akan ditingkatkan. Dari sekarang 50-60 mobil perangkut, menjadi 80-150 mobil perangkut. (Fitri/Juanda)