‘Manis jangan langsung ditelan, pahit jangan langsung dimuntahkan’, filosofi Arab ini merupakan peringatan terhadap manusia yang kecenderungannya suka disanjung meski menjerumuskan dan bersikap arogan ketika dikritik.
Para pemangku kekuasaan juga kadang menunjukkan kenderungan suka mabuk sanjungan itu. Dan sebaliknya, kerap kali terbakar emosi ketika mendapat kritikan dan menganggap kritikan sebagai perbuatan yang ‘jahat’.
Secara jujur, hal itu juga yang sempat dikhawatirkan Kru Harian Pilar saat menerbitkan ‘Menuju Setahun Kepemimpinan Ridho-Bachtiar’ secara berseri. Beberapa pihak diluar Kru Harian Pilar juga mengingatkan agar berhati-hati memuat berita kritikan terhadap Gubernur Lampung, karena bisa menimbulkan reaksi Negatif dari yang bersangkutan.
Namun, Harian Pilar memutuskan tetap menerbitkan pemberitaan ‘Menuju Setahun Kepemimpinan Ridho-Bachtiar’ dengan gaya khas Harian Pilar yang apa adanya dan dengan bahasa yang mudah dipahami oleh masyarakat.
Diluar dugaan semua kekekhawatiran itu rontok begitu saja, setelah Gubernur Lampung M Ridho Ficardo secara terbuka menerima semua kritikan dan masukan itu sekaligus mengurainya satu persatu. Tidak sedikit pun terbesit nada marah dari perkataan dan raut wajah Gubernur termuda di Indonesia itu, sebaliknya Ridho sangat antusias menanggapi berbagai saran dan kritik dari masyarakatnya.
Tidak berlebihan jika sikap Ridho itu patut diteladani bagi semua pihak terutama kalangan pemangku kekuasaan di Lampung, agar tidak hanya suka disanjung puji tapi juga harus siap dikritik.
Selama ini pemangku kekuasaan kerap kali bersikap arogan ketika dikeritik terutama oleh kalangan pers. Pemberedelan secara halus dengan memutus langgan koran dan iklan hingga pengancaman sering dialami kalangan pers yang bersikap kritis.
Sikap ‘luwes’ Gubernur Lampung dalam merespons berbagai kritikan itu menunjukan kebijaksanaan sebagai pemimpin, sekaligus sebagai bukti keberhasilan proses demokrasi mencetak pemimpin yang berjiwa demokratis.
Ridho juga sangat memahami bahwa berbagai pemberitaan dalam ‘Menuju Setahun Kepemimpinan Ridho-Bachtiar’ merupakan upaya Harian Pilar sebagai media massa untuk menjalankan fungsi kontrol terhadap penguasa. Pemberitaan yang bersifat kritik konstruktif dan membangun dimaknainya sebagai upaya mendukung pembangunan yang berkerakyatan serta sebagai saluran bagi masyarakat dari berbagai lapisan untuk menyampaikan aspirasi kepada pemimpinnya.
Antusiasime masyarakat memang sangat luar biasa merespons pemberitaan ‘Menuju Setahun Kepemimpinan Ridho-Bachtiar’, berbagai kritikan, saran dan informasi seputar Kepemimpinan Ridho-Bachtiar masuk ke meja Redaksi Harian Pilar. Meski tidak semua kritik, saran dan informasi masuk pemberitaan, namun secara umum terakomodir dalam pemberitaan ‘Menuju Setahun Kepemimpinan Ridho-Bachtiar’ dari Bagian I hingga V.
Tingginya respons masyarakat terhadap pemberitaan itu, mengindikasikan besarnya harapan kepada Ridho-Bachtiar untuk mewujudkan perubahan. Dan Ridho-Bachtiar masih memiliki waktu setidaknya empat tahun kedepan untuk mewujudkan harapan masyarakatnya itu. Harian Pilar juga memastikan akan selalu menjalankan fungsinyanya sebagai media massa dengan mengawal dan mengontrol penguasa dalam berkuasa sampai semua harapan itu terwujud…Wassalam. (Mico P Ranau)









