oleh

2016, Lampung Tuan Rumah Rapat Koordinasi Gubernur (Rakorgub) se-Sumatera

Harianpilar.com, Bandarlampung – Tahun 2016 mendatang Provinsi Lampung kembali akan menjadi tuan rumah dalam Rapat koordinasi gubernur (Rakorgub) se-Sumatera. Saat ini sepuluh provinsi di Sumatera berupaya melakukan percepatan pembangunan agar bisa setara dengan provinsi lain yang telah cukup maju seperti, Jawa dan Kalimantan.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Lampung Adeham mengatakan, percepatan pembangunan se-Sumatera telah dibahas dalam Rapat Koordinasi Gubernur (Rakorgub) di Aceh, Selasa (12/5/2015).

“Rencananya Provinsi Lampung akan menjadi tuan rumah rapat koordinasi gubernur (Rakorgub) se-Sumatera pada tahun 2016,” kata Adeham, Jumat (15/5/2015).

Rencananya Provinsi Lampung menjadi tuan rumah diketahui pada Rakorgub se-Sumatera 2015 yang diselenggarakan di Aceh.

Dijelaskan Adeham, kerja sama 10 provinsi ini adalah bentuk komitmen dan semangat kebersamaan untuk membangun wilayah Sumatera secara bersama dan dikemas dalam suatu rencana yang bersinergitas antarprovinsi se-Sumatera, sehingga tercipta pembangunan daerah yang seimbang.

“Rakorgub ini juga dihadiri oleh kepala Bappeda (badan perencanaan pembangunan daerah) masing-masing provinsi,” jelasnya.

Tujuan Rakorgub, adalah sebagai sarana mengembangkan pola komunikasi antarpemerintah daerah se-Sumatera, sebagai wadah evaluasi hasil kerja sama dan kesepakatan yang telah terjalin sebelumnya.

Hasil rakorgub di Aceh tersebut telah ditandatangani 10 (sepuluh) butir kesepakatan gubernur se-Sumatera, tentang tindak lanjut percepatan pembangunan se wilayah Sumatera, meliputi memperkuat konektivitas antarpusat pertumbuhan Sumatera.

Kemudian, memperkuat kemandirian energi, meningkatkan produksi pangan untuk mewujudkan kedaulatan pangan, mendorong upaya pelestarian lingkungan dalam skema pembangunan yang berkelanjutan.

Memperkuat kapasitas sumber daya manusia dan menumbuhkan daya inovatif masyarakat dalam menyambut masyarakat ekonomi Asean. Mendorong semua provinsi yang mempunyai wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil untuk melakukan kerjasama ekonomi.

Mendorong peran pemerintah dan swasta untuk membangun kawasan industri hilir sesuai potensi daerah.

Mendorong peningkatan kunjungan wisata Sumatera melalui pencanangan Visit Sumatera tahun 2020. Memperkuat kerja sama perempuan dan perlindungan anak, dan mendesak Pemerintah Pusat untuk penguatan kapasitas keuangan daerah melalui alokasi DBH sektor perkebunan terutama CPO dan karet.  (Fitri/JJ)