Harianpilar.com, Bandarlampung – Meski Hari Raya Idul Fitri masih jauh, PT. Kereta Api Indonesia (KAI) Persero Subdivre III.2 Tanjungkarang, Bandarlampung sudah menjual tiket penumpang arus mudik, sejak 11 April lalu. Otomatis, para pemudik yang biasa menggunakan jasa Kereta Api (KA) berbondong-bondong menyerbu tiket KA.
Manager Humas PT.KAI Tanjungkarang, Muhaimin mengatakan, sesusai keputusan pusat, bahwa tiket untuk penumpang lebaran sudah dapat dibeli di loket-loket yang bekerjasama dengan perusahaan negara itu, seperti Indomart, Alfamart, dan PT. Pos Indonesia.
“Ya, keputusan pusat H-90, kita sudah dapat menjual tiket lebaran, bagi yang hendak mempersiapkan perjalanan mudik sejak sekarang, kami persilakan untuk membeli, tiket yang sudah mulai dijual sejak 11 April mendatang,” katanya, saat ditemui di lingkungan Provinsi Lampung, Senin (11/5/2015).
Tujuan dipercepatnya penjualan tiket karena mendekati lebaran, para penumpang dipastikan akan beramai-ramai membeli tiket KA.
“Ini juga mensiasati agar tidak terjadi antrian panjang, kalau sekarang mudah untuk membeli tiket,” jelasnya.
Tiket kereta Api arus balik lebaran tidak akan naik dari harga sebelumnya. Harga tiket kelas ekonomi dan eksekutif sudah ditentukan oleh PT.KAI.
Untuk tiket ekonomi (Raja basa) Rp35 ribu untuk tujuan jauh maupun dekat, kelas Bisnis (Sriwijaya) tarif bawah Rp90- 60 ribu, dan eksekutif Rp160-200 ribu.”Saya rasa tidak akan ada kenaikan lagi, untuk biaya mudik sampai mendekati lebaran nanti, karena sudah ditetapkan sejak 11 April,” ujarnya.
Berdasarkan data dari PT KAI pusat, penumpang yang sudah membeli tiket untuk mudik lebaran khusus Lampung berjumlah 25 persen dari jumlah kursi yang ada, dan diperkirakan akan terus naik.
PT KAI Subdivre III.2 Tanjungkarang, sudah siap 100% menghadapi arus mudik dan balik lebaran. Semua yang rusak, atau yang hendak diperbaiki sudah dilakukan, PT KAI siap mengahdapi arus mudik.
” Kami menghimbau jika penumpang kehilangan tiket yang sudah dibeli, maka PT KAI akan mengganti dengan tiket yang baru, asalkan data dan identitas tersimpan, jadi sangat penting untuk memberikan identitas asli kalau kehilangan kami bertanggung jawab, kalau untuk pembatalan pembelian tiket, maka penumpang dikenakan biaya aministrasi atau dipotong 25% dari harga tiket,” jelasnya.
Untuk mengantisifasi lonjakan penumpang, H-7 hingga H-1 PT. KAI akan mempersiapkan gerbong tambahan. (Fitri/Juanda)









