Harianpilar.com, Bandarlampung – Politisi Partai Demokrat, yang juga maju di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Bandarlampung, Nizwar Affandi menyatakan dirinya siap untuk dicalonkan sebagai bakal calon walikota setempat.
Keyakinan Nizwar ini menepis langkah politiknya ini sebagai upaya ‘Membegal’ Hartarto Lojaya, yang belakangan diketahui belum mencapat restu DPD dan DPP.
“Saya menunggu arahan dari Ketua DPP dan DPD, kalau saya memang benar dicalonkan sebagai walikota saya sudah siap,” tegas Nizwar, seraya membantah jika pencalonannya untuk ‘Membegal’ Hartarto Lojaya.
“Gak benar itu,” tegas Nizwar, menanggapi isu miring tersebut, saat dihubungi via telepon, belum lama ini.
Nizwar juga menjelaskan, dirinya bersama Hartarto maupun Yusuf Kohar, merupakan kawan baik. “Hubungan saya dengan Hartarto cukup dekat, begitupun dengan calon dari Partai Demokrat lainnya,” ungkap Nizwar.
Sebelumnya diberitakan, menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang dilaksanakan serentak pada 9 Desember 2015 mendatang, beredar kabar kalau tidak hanya Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), yang dinyatakan tidak solid bahkan terpecah. Kini Partai Demokrat Provinsi Lampung, dilanda kabar miring tersebut.
Tidak tanggung-tanggung, isu negatif itu, melibatkan dua petinggi partai berlambang bintang mercy tersebut, yaitu Hartarto Lojaya dan Nizwar Afandi, yang keduanya maju sebagai Bakal Calon Walikota Bandarlampung.
Menurut sumber yang enggan namanya dipublikasikan namanya dari kalangan internal, menyebutkan bahwa majunya Nizwar sebagai Balon Walikota setempat, tidak lain adalah untuk memberhentikan langkah Hartarto Lojaya dalam menunjukkan kiprahnya di Pilkada kota yang berjulukan Kota Tapis Berseri itu.
“Saya mendengar, bahwa majunya Bang Nizwar, adalah untuk mematahkan Hartarto. Karena Hartarto ini, ternyata tidak mendapat rekomendasi dari Ketua DPD,” ungkapnya sambil mewanti-wanti agar namanya tidak dipublikasikan, Selasa (5/5/2015) kemarin.
Sumber tersebut juga menjelaskan, sosok Nizwar merupakan orang terdekat dari Ketua DPD Partai Demokrat, yang juga tidak lain adalah Gubernur Lampung, Muhammad Ridho Ficardo.
“Kan Bang Nizwar orang dekat Pak Gub (Ridho Ficardo, red), sementara Hartarto waktu mendaftar di PDIP kemarin, gak izin ke Pak Gub,” ungkapnya, sambil mengulang pesannya agar namanya tidak ditulis di media ini.
Menanggapi hal itu, Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Lampung, Fajrun Najah Ahmad, melalui BlackBerry Messanger (BBM)-nya, membantah keras kabar tidak sedap itu. “Gak bener itu… Penjaringan masih berproses. Jadi blum ada keputusan siapa yang akan diusung PD (Partai Demokrat),” tegas Fajar, sapaan akrab Fajrun Najah Ahmad.
Fajar juga menegaskan, bahwa PD membuka penjaringan secara terbuka, termasuk kader internal dan masyarakat luas. “Kami membuka pnjaringan secara terbuka. Artinya kader maupun eksternal diberi kesmpatan yang sama,” kata Mantan Wartawan sebuah media cetak lokal Lampung itu.
Fajar menegaskan, bahwa tidak mungkin partainya terbelah dengan adanya upaya saling menjegal antara dua kandidat Balonkada, yang merupakan kader internal.
“Tidak mungkin sesama kader akan saling jegal. Karena PD pada saatnya nanti setelah rekom DPP turun, seluruh kader wajib mengamankan, memperjuangkan dan memenangkan calon yang diusung PD,” ungkap Fajar.
Terkait hasil survey, dirinya mengungkapkan, pihak tim survey dari Syaiful Muzani Riset Centre (SMRC), masih melaksanakan survey. “Tunggu saja hasilnya, apa hasil survey hanya untuk pimpinan partai. Tidak ada kewajiban untuk membuka kepada publik,” pungkasnya. (Abraham/Juanda)








