oleh

Pengamanan Konferensi Asia Afrika, Pangdam Pantau Lampung

Harianpilar.com, Bandarlampung – Dalam rangka pemantauan pengamanan kegiatan Konferensi Asia Afrika (KAA) yang digelar di Bandung mulai 19-24 April, Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Iskandar M Sahil, mendatangi Mapolresta Bandarlampung, Kamis (23/4/2015).

Dalam kunjungannya, Pangdam didampingi Danrem 043 Gatam Kolonel (Arm) Winarto, disambut langsung oleh Kapolda Lampung Brigjen Heru Winarko, beserta jajaran Polresta Bandarlampung.

Di kesempatan itu, Pangdam mengimbau seluruh jajaran untuk dapat bekerjasama dalam rangka menyukseskan kegiatan KAA yang berlangsung dari19 -24 april, serta antisipasi Pemilukada yang akan datang. Dirinya memberikan apresiasi kepada jajaran kepolisian daerah lampung yang telah mendukung berlangsung nya KAA hingga saat ini.

“Satuan tugas antara Polri, TNI sebagai operasi pengamanan imbangan dinilai sudah baik, dilampung sendiri tidak ada kejadian yang begitu menonjol, saya mengapresiasi pihak Kepolisian Daerah lampung, saat ini polda lampung sebagai satuan tugas penyangga mampu menciptakan keamanan diwilayahnya,” ungkapnya.

Saat disinggung mengenai beberapa konflik masyarakat di Lampung yang sempat terjadi beberapa waktu lalu, dirinya mengatakan bahwa semua kita harus berbenah, para ulama dan pamong masyarakat serta pihak terkait untuk dapat mengurai dan meminimalisir potensi kerusuhan.

“Lampung sudah membaik mesti ada kejadian beberapa waktu lalu itu dapat diselesaikan dengan baik, ini hendaknya berlanjut mari kita tangani bersama-sama selain menyangkut nama baik daerah ini juga menyangkut nama baik bangsa di mata bangsa lain sebab KAA ini diikuti oleh 84 negara,” paparnya.

Ditambahkanya, sebenarnya dari sekian banyak kasus dan konflik sosial di tengah masyarakat adalah masalah biasa, namun karena kurangnya rasa untuk saling membaur ini memicu konflik.

“Saya memantau ke lokasi di antaranya Lampung Tengah dan Mesuji dari beberapa daerah yang pernah mengalami konflik  ini memang rawan, namun hendaknya masyarakat janganlah mengkotakan diri sehingga sulit menyatu,” paparnya. (Putra/Juanda)