Harianpilar.com, Tanggamus – Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Tanggamus berencana akan ajukan program revitalisasi desa adat dan rumah adat ke pemerintah pusat. Di mana desa percontohan yang diajukan yakni di Kecamatan Cukuhbalak dan Semaka.
Kabid Kebudayaan Disbudparpora Tanggamus Gandung Hartadi saat dikonfirmasi di ruang kerjanya mengatakan, tujuan program revitalisasi desa adat dan rumah adat tersebut tak lain guna melestarikan budaya adat Lampung pesisir di Kabupaten Tanggamus. Juga dalam rangka melestarikan rumah adat agar tidak tergerus dengan rumah-rumah modern seperti saat ini.
“Dari hasil survei kami selama ini rumah adat Lampung yang masih asli di Tanggamus paling banyak ada di Pekon Putihdoh, Kecamatan Cukuhbalak dan Pekon Semaka, Kecamatan Semaka. Di dua daerah ini rata-rata masih sekitar 70 persen rumah penduduknya yang masih asli,” katanya, Rabu (22/4/2015).
Faktor yang diperhatikan untuk program ini, kata dia, dilihat dari segi seni budaya, tata cara adat istiadat yang masih kental dan asli, juga dilihat dari segi masih banyaknnya rumah penduduk yang masih berdiri ditopang oleh pondasi yang terbuat dari kayu (rumah panggung) dan seluruh tekstur bangunan rumah terbuat dari bahan kayu. Dan revitalisasi desa adat dan rumah adat ini merupakan bagian dari pelestarian budaya, yang tujuannya untuk mempertahankan kampung adat yang ada di Tanggamus.
“Dua pekon ini dipilih bukan hanya karena faktor adatnya saja yang masih kental, tapi juga dilihat banyaknya objek wisata yang berada di daerah itu. Jadi nantinya bisa kita sandingkan dengan festival budaya tahunan Tanggamus yang dikenal dengan festival teluk semaka biar lebih dikenal oleh luar daerah,” kata dia.
Selain itu, lanjut Gandung, pihaknya juga tengah mengupayakan program fasilitasi seni budaya tingkat sekolah. Dimana disini programnya mencakup seni budaya seperti seni tari, seni musik, kerajinan tangan, drama dan seni teater yang melibatkan pelajar disekolah disemua tingkatan pendidikan. Dan untuk program ini jelas dia, pihak sekolah diminta aktif untuk mengajukan proposal ke Disbudparpora, kemudian diseleksi sekolah mana saja yang dirasa pantas untuk menjadi sekolah percontohan.
Untuk itulah, jelas dia, perlu suport dan sinegritas antar Pemda Tanggamus, DPRD Tanggamus dan elemen masyarakat dalam mensukseskan rencana ini.
“Kalau wacana program ini sukses terealisasi, saya yakin seni dan budaya Tanggamus akan terkenal di nusantara, toh juga nantinya masyarakat Tanggamys dan pemkab Tanggamus lah yang akan bangga,” pungkasnya. (Imron/JJ)









