oleh

Hartarto Ogah Jadi Wakil

Harianpilar.com, Bandarlampung – Anggota Komisi III DPRD Lampung Hartarto Lojaya, yang tercatat maju sebagai bakal calon (balon) walikota Bandarlampung,  menegaskan akan mengundurkan diri dari pencalonanya jika dirinya direkomendasikan sebagai calon wakil walikota Bandarlampung.

Pernyataan tersebut tampaknya sebuah penolakan halus terhadap peluang dirinya dipasangkan sebagai calon wakil walikota mendampingi Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Bandar Lampung Tobroni Harun.

“Ya kalau hanya direkomendasikan sebagai balon wakil saya akan mundur dari pencalonan,” kata Hartarto Lojaya, usai mengembalikan berkas pendaftaran di Kantor DPD PAN setempat, Selasa (21/4/2015).

Menurutnya, majunya dirinya sebagai balon walikota merupakan perintah Ketua DPD Partai Demokrat M. Ridho Ficardo. “Karena sudah perintah ketua DPD PD Lampung, jadi saya tidak akan berubah ke wakil. Sebab yang bisa mengatur pembangunan Kota Bandarlampung ini kan walikota bukan wakil,” sergahnya.

Anggota Komisi III DPRD Lampung ini berharap partai Demokrat dan PAN yang memiliki platform yang sama kedepan bisa berkoalisi untuk mengusung dirinya sebagai calon walikota.

“Ya harapannya Partai Demokrat dan PAN bisa berkoalisi mengusung saya. Tapi kembali lagi nanti kita lihat hasil surveinya bagaimana, sebab politik ini dinamis, bisa berubah konstelasinya dalam waktu cepat. Harapan saya sih nanti hasil surveinya mengarah ke saya, ini kan tinggal kawan-kawan media mau bantu saya atau tidak,” ujarnya.

Disinggung mulai beredarnya kampanye hitam (black campaign) yang menyerang dirinya di dunia maya, baik berupa meme (foto-foto) yang menampilkan dirinya dikaitkan dengan beberapa usaha dia seperti City Spa, Mall Kartini, usaha hiburan Bilyar, sebagai suku minoritas (Tionghoa) dan sebagainya, Hartarto Lojaya enggan menanggapi serius.

“Ya yang seperti itu abaikan saja, sebenarnya malah bagus, berarti saya cukup diperhitungkan, tidak masalah kita jalan terus,” tegasnya.

Sesuai dengan misinya menciptakan Kota Bandar Lampung cerdas, sambung Hartarto, diharapkan nantinya ke depan pemerintah dan masyarakat lebih cerdas.

“Sehingga mereka juga dapat memilih siapa pemimpinnya yang terbaik dengan cerdas,” imbuhnya.

Pendaftaran di PAN adalah partai ke lima setah sebelumnya Hartarto mendaftar di PDIP, NasDem, Hanura dan Demokrat. Dari kelima partai tersebut dirinya terus membangun komunikasi.

Namun saat didesak partai mana saja yang akan dibidiknya sebagai partai pengusung selain Demokrat dan PAN dirinya mengatakan enggan mendahului keputusan partainya. “Semuanya kan ada hitung-hitungannya, kita lihat saja nanti,” tutupnya.

Sementara itu, anggota tim penjaringan balonkada DPD PAN Bandarlampung Indra Safareza, mengatakan dua orang balon walikota dan wakil walikota mengembalikan berkas. Yakni Rudi Putra Hakim mengembalikan berkas balon wakil dan Hartarto Lojaya sebagai balon walikota.

“Rudi Putra Hakim datang pukul 13.00 wib, sementara Hartarto datang pukul 14.00 wib,” ujarnya.

Total balon yang mengembalikan berkas hingga hari kedua adalah empat orang balon walikota yakni Heriyanto, Tobroni Harun, Herman HN, dan Hartarto Lojaya. Sementara untuk posisi balon wakil walikota adalah Edison Hadjar, dan Rudy Putra Hakim. (Lia/Juanda)