Harianpilar.com, Tanggamus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanggamus akhirnya mengadakan operasi pasar khusus untuk beras. Menurut Kabag Ekonomi Pembangunan Pardi, hal itu karena Badan Urusan Logistik (Bulog) sudah mencabut kesempatan menggelar operasi beras (OP).
“Jadi karena Bulog sudah mencabut, maka kami sebagai pemerintah juga meniadakan operasi beras itu. Sebab beras yang dijual untuk operasi berasal dari Bulog. Jadi kalau Bulog mencabut kami juga mencabut,” katanya, Selasa (21/4/2015)
Ia mengaku, selama ada kesempatan operasi beras, belum pernah ada kegiatan yang terlaksana. Memang waktu itu sempat Kecamatan Pugung dan Kec. Air Naningan meminta diadakan operasi beras. Namun batal terlaksana sebab tidak ada kesepakatan harga. Harga yang ditetapkan Bulog adalah Rp 7.500 per kg, dan saat operasi beras harus ada yang membelinya karena Bulog sudah mengeluarkan ongkos angkut. Kemudian juga diupayakan agar beras tidak tersisa.
“Dari mulai kami membuka peluang operasi beras sampai akhirnya menutup sekarang ini belum pernah operasi beras dilaksanakan. Penyebabnya karena tidak ada kesepakatan harga dan kepastian kebutuhan beras yang akan dijual,” terang Pardi.
Rencananya operasi beras diadakan untuk menekan harga beras di pasaran. Sebab sejak awal tahun hingga bulan lalu harga beras melonjak tinggi hingga Rp 11.500 per kg. Harga tersebut merupakan titik tertinggi mengingat itu untuk beras asalan. Kemudian mulai akhir Maret harga beras berangsur-angsur turun dan terendah Rp 8.000 per kg, meski saat ini naik lagi jadi Rp 9.000 per kg. Turunnya harga beras karena bertepatan dengan masa panen padi serta mulai didistribusikannya beras miskin (raskin).
Lalu pola operasi pasar beras adalah penjualan langsung, tidak dititipkan ke toko atau pedagang beras seperti yang sudah berjalan selama ini. Kemudian dalam operasi beras, pembelinya tidak ada batasan status. Pembeli dari golongan masyarakat mampu diperbolehkan membeli beras. Sebab dalam petunjuk teknisnya tidak aturan operasi beras ditujukan ke status masyarakat apa. Maka operasi beras terbuka secara umum. (Imron/JJ)









