Harianpilar.com, Pringsewu – Anggaran Kegiatan Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan Kebudayaan dan Pariwisata (Disdikbudpar) Kabupaten Pringsewu tahun 2014 diduga kuat sarat mainan. Perealisasian anggaran-anggaran itu diduga kuat ‘berlumur’ masalah.
Beberapa anggaran yang diduga kuat bermasalah diantaranya anggaran pada kegiatan fasilitasi penyelenggaraan Festival Budaya Daerah senilai Rp331juta dan program pengembangan kerjasama pengolahan kekayaan budaya, membangun kemitraan pengelolaan kebudayaan antar daerah senilai Rp223juta.
“Pada Kegiatan Festival budaya daerah terdapat anggaran pengadaan dokumentasi Rp13,6 juta, belanja sewa rumah/gedung Rp99,5juta, belanja sewa sarana mobiltas darat Rp16,5juta, belanja sound system Rp12,5juta. Kuat dugaan terjadi mark-up pada pelaksanaanya,” ujar sumber yang meminta namanya tidak ditulis, baru-baru ini.
Demikian juga untuk kegiatan membangun kemitraan pengelolaan kebudayaan antar daerah, terdapat belanja pengadaan dokumentasi Rp10,5juta, sewa gedung Rp49juta, sewa kamar hotel Rp47,5juta, sewa mobilitas darat Rp37juta, belanja sound system Rp11juta,”Anggaran kegiatan ini juga diduga dimark-up oleh pejabat Disdikbudpar,” ungkapnya sambilmewanti-wanti namanya tidak ditulis.
Menurutnya, pada kegiatan Festival budaya antar daerah yang dilaksanakan di Taman Mini Indonesia Indah Jakarta dianggarkan Rp37juta untuk sewa tiga mubil bus. Namun, Disdikbudpar hanya menyewa satu kendaraan bus.Hanya saja pelaporannya dibuat tiga mubil.
Pada acara itu, lanjutnya, memang diikuti ratusan guru dan pejabat Pringsewu. Namun, guru dan para pejabat menggunakan kendaraan dengan sewa masing-masing. Demikian juga pengadaan sound system pada Festival budaya daerah diduga fiktif karena Disdikbudpar memiliki sound system sendiri.
“Anggaran sewa bus itu untuk tiga kendaraan namun sebenarnya hanya satu bus pada waktu ke taman mini, demikian juga sound system setiap acara dianggarkan sewa padahal menggunakan sound system Dinas sendiri,” pungkasnya.
Kabid Kebudayaan Disdikbudpar Pringsewu, Hasan Fauzi, saat dikonfirmasi bersama Sekretaris Disdikbudpar Supriyanto, mengaku tidak mengetahui secara pasti penggunaan anggaran-anggaran itu. Sebab, kegiatan itu dilaksanakan oleh pejabat sebelumnya yakni Suchairi Sibarani,.
Namun Supriyanto mengakui jika Dinas Pendidikan memang memiliki sound system dan orgen tunggal. Namun, Supriyanto tidak menjelaskan apakah pelaksanaan Festival budaya itu menggunakan saund sistem sewa atau sound system Dinas,”Kami tidak tahu pasti pengadaan kendaraan bus ke taman mini demikian sound system namun untuk Festival budaya daerah itu menggunakan sound system dinas pendidikan sendiri,” pungkasnya.
Sementara mantan Kabid Kebudayaan yang kini menjabat Kabid Pariwisata Disdikbudpar Pringsewu, Suchairi Sibarani, saat dikonfirmasi melalui ponselnya enggan berkomentar,”Saya tidak bisa menjelaskan jika melalui ponsel kita bertemu saja dikantor besok,” pungkasnya.(Sairun/Jj)









