Harianpilar.com, Jakarta – Sebanyak 18 mahasiswa yang terhimpun dalam Solidaritas Pemuda Antinarkoba (Sopan) ditahan di Polda Metro Jaya saat menggelar unjuk rasa di tengah acara Konferensi Asia Afrika (KAA).
Inisiator aksi, Ali Hamzah mengaku, mulanya massa aksi yang berjumlah sekira 50 orang ingin ke Jakarta Convention Center (JCC), tempat para menteri negara KTT Asia Afrika (KTT AA) melakukan pertemuan. Namun, setelah mengirimkan surat pemberitahuan ke Polda, puluhan massa yang diketahui berasal dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatulloh, Universitas Thawalib, Universitas Indonesia (UI) dan UIN Bandung itu justru diarahkan ke Istana Negara.
“Jadi kami mau ke JCC, diarahkan ke Istana, kami ke situ, bukan ke Kedubes Amerika,” jelas Ali, Senin (20/4/2015)
Ali menambahkan, ketika massa melewati lampu merah Tugu Tani, Jakarta Pusat, dua truk polisi datang dan mengamankan para mahasiswa yang bergerak ke Istana Negara. Hingga saat ini, lanjut Ali, ke-18 kawannya masih berada di Polda Metro Jaya guna diperiksa terkait aksi yang terjadi tadi siang sekira pukul 14.00 WIB.
“Teman-teman dipukul, ditendang, digampar, atribut aksi diambil paksa, sekarang masih di Polda,” imbuhnya.
Adapun tuntutan dari mahasiswa ini, pertama, kemerdekaan adalah hak segala bangsa, oleh karena itu segala bentuk penjajahan di muka bumi ini harus di hapuskan.
“Ini termasuk intervensi hukum dan militer yang mengatasnamakan negara maupun organisasi Internasional,” jelas Ali.
Selanjutnya, mahasiswa mendesak peserta KTT AA berkomitmen dan konsekuen memberantas penyalahgunaan narkoba secara komprehensif. Termasuk melalui aspek politik, hukum, sosial, ekonomi, dan budaya guna menyelamatkan generasi muda penerus bangsa.
“Kami meminta mereka berkomitmen memberantas penyalahgunaan narkoba secara komperehensif,” ujarnya.
Terakhir, Ali meminta hukuman mati bagi bandar dan pengedar narkoba. Apalagi jika yang bersangkutan terbukti bersalah secara hukum.
“Tanpa alasan apapun, mereka harus dihukum mati,” pungkasnya. (Okz/JJ)









