oleh

Soal Bocoran Kunci Jawaban, Disdik Tak Ambil Pusing

Harianpilar.com, Bandarlampung – Adanya kebocoran beredarnya kunci jawaban Ujian Nasional (UN) di Sekolah Menengah Atas (SMA) Utama 2 membuat Dinas Pendidikan langsung meminta klarifikasi kepada Kepala Sekolah tersebut guna untuk kebenarannya. Dimana penemuan kunci jawaban UN tersebut terkesan untuk membuat suasana heboh saat pelaksanaan ujian saja.

Menurut, Kabid Dikmen SMA/SMK kota Bandarlampung, Riyuzen Prajatuala mengatakan, pihak Disdik sudah melakukan klarifikasi terkait adanya jawaban UN yang beredar pada hari pertama di SMA Utama 2 dan pihak sekolah telah memenuhi permintaan Disdik bahwa pihak sekolah diminta untuk membuat laporan secara tertulis. Baik dari laporan lisan dan tertulis dari Kepsek, wakil kepala (Waka) dan para guru yang ada disana

“Ya, berdasarkan laporan secara lisan dan tertulis itu kami menyimpulkan bahwa persoalan ini bukan persoalan yang perlu ditindaklanjuti secara serius karena tidak dapat dipertanggungjawabkan. Buat apa ngabisin waktu untuk hal yang tidak jelas,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (15/4/2015).

Adapun, secara kronologis pada pagi itu dihari pertama pelaksanaan UN sekitar pukul 07.00 Wib ada seseorang yang mengaku wartawan dari harian radar datang ke sekolah ingin menghadap Kepsek, akan tetapi pada saat itu Kepsek sedang sibuk jadi tidak bisa diterima oleh Kepsek dan sekitar pukul 10.00 Wib wartawan tersebut datang kembali ingin melihat suasana UN dan pergilah wartawan dengan waka pada saat berkeliling tidak ditemukan apa-apa. Lanjutnya, tiba-tiba wartawan tersebut kembali lagi dengan sudah membawa 1 lembar jawaban ujian.

“Pada saat wartawan itu mau konfirmasi dengan kepsek dan dilayani oleh kepsek dan ditanya terkait temuan itu wartawan itu bilang dari kotak sampah? Terus dijawab oleh Pak Suyitno (Kepsek) kalau itu dari kotak sampah belum tentu punya siswa SMA Utama 2. Karena itu ditemukan di kotak sampah yang berada di lantai bawah sedangkan di Sekolah tersebut terdapat dua sekolah yakni SMK Utama dan SMA Utama 2 terdapat di lantai atas,” ceritanya.

ia menjelaskan pada hari pertama seorang wartawan tersebut minta dilayani oleh Kepsek dari situ lah kepsek terkesan ada skenario pemerasan terhadap kejadian itu. Karena tidak ada dari pihak sekolah yang mengawasi ataupun melihat pada saat kunci jawaban ditemukan oleh wartawan tersebut.

“Dimana kita memuat praduga bahwa orang yang mengaku sebagai wartawan itu sebagai sumber masalah terkait pelaksanaan ujian. Bagaimana tidak praduga seperti itu, sebelumnya wartawan tersebut sudah berkeliling dengan waka sekolah akan tetapi tidak menemukan apa-apa dan tiba-tiba wartawan itu datang dengan membawa satu lembar kunci jawaban,” jelasnya.

Untuk kunci jawaban yang ditemukan tersebut langsung dibawa oleh wartawan tersebut. Dan pihak sekolah maupun disdik pun mengetahui kebenaran dari kunci jawaban yang ditemukan oleh wartawan itu

“Sebenarnya saya merasa gemes dengan orang tersebut. Kalau jelas orang itu bisa tangkap dan adukan ke pihak kepolisian. Karena itu yang pernah saya bilang salah satu bentuk teror akademik dan bisa kita pidanakan karena mengganggu kenyaman dan ketentraman dengan mengatakan itu kunci jawaban,” tegasnya.

Jadi intinya, hal inikan tidak jelas buat apa kita ngabis-ngabisin energi untuk masalah yang tidak jelas lebih baik sekarang ini kita konsentrasi untuk ujian yang masih berjalan agar dapat berjalan dengan baik

“Bagi yang sudah selesai selama tiga hari ini ujian papper best test berdoa saja mudah-mudahan hasilnya dapat bagus meskipun ini tidak termasuk dalam kriteria penentu kelulusan. Keliatan anak-anak serius mengerjakan soal ujian karena mereka menyadari bahwa memang tidak menjadi faktor penentu kelulusan tapi bisa menjadi salah satu faktor penentu mereka untuk melanjutkan ke Perguruan Tinggi (PT) baik di negeri maupun swasta,” pungkasnya. (Harry/Lia)