oleh

Bachtiar Basri Tinjau UN

Harianpilar.com, Bandarlampung – Wakil Gubernur Lampung Bachtiar Basri meninjau pelaksanaan Ujian Nasional (UN) Sekolah Menengah Atas (SMA) MAN 2 Bandarlampung, SMA Negeri 2 Bandar Lampung, SMA Negeri 9 Bandar Lampung dan terakhir SMA Al-Kautsar Bandar Lampung.

Hasil pantauan tim peninjau, di dua sekolah SMA Negeri 2 dan SMA Negeri 9  dalam pengawasan peserta ujian nasional telah menggunakan kamera pengawas yang ditempatkan di tiap-tiap lokal kelas yang digunakan untuk ujian terintegrasi ke ruang guru, dengan harapan siswa selaku peserta ujian nasional tidak melakukan kecurangan.

Di kesempatan itu, Bachtiar menjelaskan, kapasitas dalam satu lokal sendiri terdiri dari 30 komputer dan dalam satu sekolah digunakan 3 lokal untuk pelaksanaan ujian nasional, sehingga digunakan sistem bergiliran dalam peserta melaksannakan ujian nasional.

“Dalam peninjauan di tempat sekolah tersebut secara umum UN SMA khusunya di Bandarlampung berjalan cukup baik, sekalipun ada kendala-kendala teknis namun dapat diatasi,” jelasnya di SMA 9 Bandarlampung, Senin (13/4/2015).

Lebih lanjut mantan Bupati Tubaba berharap dengan adanya UN untuk SMA ini dapat meningkatkan daya saing siswa, sehingga diharapkan kedepan kualitas akademik maupun keterampilan dan penalaran siswa dapat meningkat khususnya menghadapi dunia kerja kedepannya kelak.

Disela-sela peninjauan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Heri Sulistyio   menjelaskan, di Provinsi Lampung ada 214.701 siswa yang siap Ujian Nasional pada tahun 2015 ini. Dengan rinciannya jenjang SMP sederajat 129.570 siswa dan jenjang SMA sederajat 85.131 siswa. Jumlah peserta UN tahun lalu di Propinsi Lampung  sebanyak 210.474 siswa, artinya tahun ini ada peningkatan sebanyak 4.227 siswa.

Perlu diketahui bahwa untuk kelulusan jenjang SMP tahun 2014 sebanyak 99,84 persen dan jenjang SMA sebanyak 99,94 persen dari total peserta yang mengikuti Ujian Nasional.

” Kami berharap agar pelaksanaan UN yang selalu diselenggarakan setiap tahun ini dapat berjalan dengan lancar dan kepada para siswa/siswi agar bisa mengerjakan soal UN secara teliti serta jangan percaya pada hasil bocoran jawaban yang diberikan oleh pihak manapun,” jelasnya. (Fitri/JJ)