Harianpilar.com, Pesawaran – Pascaputusnya Jembatan Saibatin awal tahun 2015 lalu, otomatis roda perekonomian di Desa Baturaja, Kecamatan Waylima, Pesawaran terganggu. Mengingat jembatan tersebut merupakan akses menuju lahan pertanian dan perkembunan.
Kades Baturaja Muhrizal menjelaskan, pada panen raya tahun ini dipastikan produksifitas padi bakal merosot dan dengan demikian berhimbas penghasilan dan pendapatan juga turut tidak maksimal dinikmati petani penggarap. Ini akibat, kata Kades muda itu menerangkan, dampak dari beban tambahan untuk biaya kelola lahan yang meningkat drastis dari sebelumnya. Dan menyusul upah angkat karung turut signifikan mempengaruhi serta sangat dirasakan sebagai beban tersendiri bagi petani penggarap.
” Biasanya hasil panen padi mencapai 200 ton dan kendaraan dapat langsung yang mengangkut. Namun akibat putusnya jembatan penghubung panen raya kali ini hanya 150 ton. Dan ditambah kendaraan tidak bisa masuk lokasi panen. Ya terpaksa secara manual dan diupahkan lagi. Sedangkan upah tenaga untuk setiap karung berkisar Rp 5000-10000 disesuaikan jarak yang ditempuh” papar Muhrizal, Minggu (12/4/2015).
Selanjutnya Muhrizal berharap, selain pemda dapat secepatnya merenovasi jembatan sebagai akses sarana penunjang perekonomian masyarakat ini, disisi lain dirinya juga mengharapkan pembangunan jembatan penghubung antar desa. Dimana katanya, pembangunan infrastruktur jembatan beton guna menghubungkan desa baturaja dan desa gunungrejo dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan serta perkembangan perekonomian desa yang yang dipimpinnya saat ini.
” Kalau jembatan penghubung antar desa itu dapat terlaksana, saya yakin kesejahteraan masyarakat semakin meningkat. Melalui komunikasi antara sesama petani dapat saling mengisi tentang pengetahuan untuk peningkatan perolehan hasil yang maksimal. Selain itu para petani juga dapat lebih mudah menjual hasil buminya” tutur Muhrizal, seraya berharap penuh pembangunan jembatan beton yang sejak tahun 2013 lalu diusulkan, ditahun ini dapat teralisasi. (Fahmi/JJ)









