oleh

Walimurid Tolak Pengangkatan Kepala MIN Adirejo

Harianpilar.com, Lampung Timur – Penetapan Marwoto sebagai Kepala MIN Adirejo, Pekalongan, Lampung Timur mendapat tentangan dari sejumlah siswa dan walimurid. Pasalnya, siswa dan walimurid tetap bersikukuh meminta Kemenag untuk tetap menetapkan Rubangin sebagai kepala MIN.

Untuk menghindari hal tidak diinginkan, Kemenag bersama anggota Polisi mengawal Marwoto memasuki lokasi MIN tersebut. Atas tindakan itu, siswa mengancam akan menggelar aksi demo sebagai bentuk penolakan Marwoto.

Perwakilan walimurid Mustoha mengatakan, pihak sudah berkomitmen tidak akan menduduki Marwoto menjadi kepsek MIN Adirejo, dan akan berupaya mengakomodir pernyataan sikap walimurid yang meminta Rubangi kembali ke MIN meski menjadi guru biasa, dan menaikan guru MIN Adirejo menjadi Kepala Sekolahnya.

“Pada pertemuan dengan Kemenag beberapa waktu lalu, Kemenag komitmen akan mengkomodir semua tuntutan walimurid yang ada, dan tidak akan menduduki Marwoto menjabat Kepsek MIN. Akan tetapi belum ada kejelasan komitmen itu, Kemenag bersama 2 polisi mengawal Marwoto masuk ke MIN Adirejo,” tegasnya, seraya menyesalkan tindakan Kemenag yang dinilai melanggar komitmen.

“Kalau seperti ini, jelasa Kemenag plin-plan, dalam pertemuan sudah jelas untuk meredam kekesalan walimurid dan akan mengakomodir tuntutan walimurid melalui pernyataan sikap, tiba-tiba Kemenag mengawal Marwoto layaknya presiden,” ungkapnya, Senin (6/4/2015). (Romzi/JJ).