oleh

Cuka Basi, Penyebab Keracunan di Pondok Pesantren

Harianpilar.com, Tanggamus – Dinas Kesehatan Tanggamus menyatakan kasus keracunan di sebuah pondok pesantren di Kecamatan Gisting akibat penggunaan cuka yang sudah basi (Kedaluarsa). 

Menurut Kabid Pencegahan Penyakit Penyehatan Lingkungan (P3PL) Sismantoro, mewakili Kadiskes Sukisno, hal itu setelah keluarnya hasil pemeriksaan oleh labolatorium.

“Sebenarnya itu hanya masalah waktu mengkonsumsinya cuka, saos untuk empek-empek dan otak-otak saja. Sebab dikonsumsi dalam keadaan tidak segar, yaitu malam hari padahal dibuat pagi hari,” katanya, Senin (6/4/2015).

Ia menambahkan, dalam kasus ini tidak terjadi keracunan murni. Sebab jika itu keracunan murni maka bahan pada cuka dan saos pasti mengandung bahan berbahaya. Jika berbahaya maka pembeli lainnya akan mengalami keracunan juga, tapi itu tidak terjadi.

“Jadi kesimpulan kami sebenarnya tidak berbahaya, lalu reaksi muntah, mual dan diare yang dialami santri, itu hanya reaksi terhadap asam lambung,” terang Sismantoro.

Dalam hal ini selain penyajian tidak segar, ada juga pola konsumsi yang nekad, karena setelah berpuasa langsung mengkonsumsi suka dan saos. Selain bawaan dari bahan yang sudah kadarluarsa, rasa pedas juga akan menimbulkan asam lambung keluar berlebih. Saat itulah tubuh berkontraksi hingga membuat 16 satri sempat dibawa ke Puskesmas Gisting dan enam di antaranya dirawat inap dua hari di puskesmas tersebut.

Sismantoro mengaku memang dalam makanan lain seperti mie goreng terdapat kuman, lalu jamur pada minuman koktile. Namun itu tidak berpengaruh besar sebab 51 santri yang mengkonsumsi kedua makanan itu kondisinya baik-baik saja.

“Jadi pada Senin (3/3/2015) lalu di tempat itu ada 67 santri, mereka berbuka puasa dengan makanan yang sama. Tapi 16 santri di antaranya memakan lagi empek-empek dan otak-otak maka ke-16 santri itu yang sakit,” jelasnya.

Untuk selanjutnya Diskes Tanggamus mengimbau masyarakat yang berpuasa dan saat berbuka sebaiknya minum teh manis dahulu, setelah itu makan nasi atau lainnya yang mengandung karbohidrat. Jika ingin memakan makanan lainnya sebaiknya setelah itu. Namun juga perlu diperhatikan kesegaran makanan. Jangan sampai makanan yang basi atau tidak tahan lama tetap dikonsumsi. (Imron/JJ).