Harianpilar.com, Tanggamus – Pencairan tahap pertama bantuan sosial program keluarga harapan (PKH) di Kabupaten Tanggamus tinggal menghitung hari.
Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Tanggamus menyatakan jika verifikasi pendataan jumlah penerima bantuan tersebut sudah selesai dan akan segera dicairkan pada April ini.
Kepala Dinsosnakertrans Tanggamus, Drs.Sabaruddin mengatakan, jika dana yang digelontorkan untuk tahap pertama ini sebanyak Rp.2.741.816.250 miliar dengan jumlah rumah tangga sangat miskin (RTSM) penerima PKH sebanyak 8.544 KK yang tersebar di 17 kecamatan di Tanggamus.
Adapun rincian jumlah penerima bantuan yaitu,bantuan untuk ibu hamil sebanyak 252 orang,bantuan untuk balita 5.113 orang,bantuan untuk siswa sekolah dasar (SD) 8.600 siswa dan bantuan untuk siswa miskin SMP sebanyak 3.857 siswa.
“Verifikasi pendataan jumlah penerima sudah selesai,tinggal menunggu pencairannya saja.Perkiraan bulan April ini sudah mulai dicairkan,” kata Kadinsosnakertrans, belum lama ini.
Disampaikan Sabaruddin,pada tahun ini juga bantuan PKH akan mulai menyentuh kepada siswa tingkat menengah atas (SMA),yang mana pencairannya dimulai pada tahapan kedua mendatang.
Namun,untuk besaran jumlah penerima dan penyerapan nilai bantuan pihaknya masih akan berkoordinasi dengan pendamping PKH yang ada di tiap Kecamatan.
“Selama ini kan bantuan PKH hanya tersalur kepada balita,ibu hamil dan kepada siswa SD-SMP saja.Tapi mulai pencairan tahap kedua mendatang,penerima bantuan akan ditingkatkan ke siswa tingkat menengah atas (SMA) dan ini merupakan kabar gembira bagi kita,”ungkapnya.
Tidak berhenti sampai disitu,kabar gembira pun masih disampaikan Sabaruddin dengan bertambahnya jumlah penerima bantuan PKH di tiga Kecamatan yang belum terjamah bantuan sosial tersebut.
Ketiganya yakni,Kecamatan Gisting,Sumberejo dan Kelumbayan.
Dijelaskan dia,saat ini proses masih dalam tahap pencarian pendamping PKH di tiga Kecamatan tersebut.
“Jika proses penerimaan pendamping sudah rampung,maka di bulan Juni-Juli akan diadakan pendidikan bagi pendamping dan kemungkinan pada akhir tahun 2015 inisudah bisa diluncurkan,” terangnya.
Ketika disinggung soal adanya ketimpangan dalam penerima bantuan yang selama ini terjadi,dia pun akan segera berkoordinasi dengan semua elemen mulai dari tingkat Camat,kepala pekon dan para pendamping kecamatan.
“Makanya,khusus untuk penambahan bantuan PKH siswa SMA dan penambahan RTSM di tiga Kecamatan yang akan bergulir mulai tahun 2015-2016 ini kita akan berkoordinasi dengan tim pendamping di tiap Kecamatan,karena kan mereka yang tahu persis keadaan dilapangan.Selain itu kita juga akan memberikan pengertian ke Camat dan kepala Pekon kalau untuk jumlah kuota penerima itu Pemerintah pusat yang menentukan,sehingga tidak menimbulkan kericuhan.Karena daerah hanya mengikuti kebijakan dari Pemerintah pusat,” pungkasnya. (Imron/JJ)









