Harianpilar.com, Lampung Utara – Pemerintah Kabupaten Lampung Utara (Lampura) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mulai menyalurkan bantuan ke sejumlah warga Desa Gunung Keramat, Kecamatan Abung Semuli, yang menjadi korban bencana alam angin puting beliung.
Tidak hanya memberikan bantuan terhadap warga yang terkena musibah, Pemkab Lampura juga bersama warga melakukan perbaikan terhadap rumah yang mengalami kerusakan diterjang angin puting beliung itu.
Kepala BPBD Lampura, Drs Rusdi. MH, mengatakan, musibah angin puting beliung yang menimpa sejumlah warga yang berada di Kecamatan Abung Semuli dan untuk menindak lanjuti hal tersebut pihaknya telah melakukan peninjauan ke lokasi. “Sebegitu kejadian, kita langsung turun kelapangan, kita langsung bantu masyarakat,” jelasnya, Selasa (24/3/2015).
Diterangkannya, akibat musibah angin puting beliung tersebut sejumlah warga mengalami kerugian, baik itu kerugian lahan pertanian maupun bangunan rumah. Adapun rinciannya, dua rumah rusak berat, 24 rumah rusak ringan, dan delapan bidang lahan petani gagal panen, dalam musibah yang terjadi pada hari Minggu (22/3/2015) lalu, sekitar pukul 15.00 Wib itu
Saat ini, lanjut Rusdi, pihaknya telah menyalurkan bantuan tanggap siaga kepada korban angin puting beliung. Bantuan tersebut berupa, sejumlah makanan siap saji, tikar plastik, terpal, dan sarung. “Bantuan tanggap siaganya sudah kita berikan pada warga yang mengadi korban musibah ini,” bebernya.
Untuk bantuan tali asih, saat ini sedang diproses dibagian Keuangan Pemkab Lampura. Dimana nantinya ketika bantuan itu telah diterima oleh pihaknya maka akan langsung disalurkan kepada warga yang rumahnya mengalami kerusakan parah akibat ganasnya angin puting beliung. “Tali kasih hanya untuk dua warga saja, sedangkan yang lainnya tidak mendapatkan, karna kerugian yang dialami tidak terlalu besar,” ungkapnya.
Ditambahkannya, terjadinya musibah angin puting beliung tersebut mutlak dikarenakan faktor alam yang ekstrim, untuk itu dihimbau kepada seluruh masyarakat Lampura untuk terus waspada terhadap rawannya bencana alam. Sebab, tidak menutup kemungkinan angin puting beliung susulan dapat terjadi kembali. “Ini mutlak musibah alam, kedepan kita hanya dapat berharap hal serupa tidak akan terjadi lagi,” pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, pada hari Minggu (22/3) lalu, sekitar pukul 15.00 Wib terjadi musibah angin puting beliun yang menimpa sejumlah masyarakat Desa Gunung Keramat, Kecamatan Abung Semuli, Lampura. Akibatnya sejumlah rumah dan lahan pertanian milik warga mengalami kerusakan. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah itu. (Iswanto/Hery/Juanda)









